SOLOK – Semangat membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi fokus utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat di Asbun Resort Alahan Panjang, Kabupaten Solok, pada 5–6 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Idea Corner Management tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan kebangsaan, literasi digital, serta penguatan karakter agar mampu menghadapi tantangan sosial di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Founder Idea Corner Management, Edwar Jamil, S.Sos.I, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak cukup hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga harus memperkuat karakter, etika, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital sebagai media yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, media sosial saat ini menjadi ruang yang sangat berpengaruh terhadap kualitas demokrasi, persatuan, dan kehidupan sosial. Karena itu, generasi muda harus tampil sebagai pelopor perubahan dengan menghadirkan narasi yang positif, edukatif, dan menyejukkan.
"Perbedaan pilihan politik adalah sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun jangan pernah membiarkan perbedaan itu berubah menjadi kebencian. Mari kita bangun politik yang santun, mengedepankan gagasan, bukan hoaks, fitnah, apalagi caci maki, " ujar Edwar.
Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Solok Saiyo Sakato tersebut menjelaskan bahwa literasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan etika. Kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun provokasi yang berpotensi memecah persatuan.
"Media sosial jangan hanya menjadi tempat mencari hiburan atau melampiaskan emosi. Jadikan media sosial sebagai ruang berbagi ilmu, inspirasi, dan solusi bagi masyarakat, " kata alumni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN (kini UIN Imam Bonjol Padang) tersebut.
Dalam pemaparannya, Edwar juga mengajak generasi muda Kabupaten Solok untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, berbagai tantangan seperti penyalahgunaan narkoba, penyebaran hoaks, radikalisme, LGBT, hingga berbagai bentuk provokasi sosial memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan muda.
"Generasi muda harus menjadi teladan. Berani mengatakan yang benar, menolak informasi bohong, menjaga persatuan, dan ikut menciptakan suasana yang damai di tengah masyarakat, " tambahnya.
Edwar berharap Bimtek Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan komunitas-komunitas muda yang aktif membangun budaya dialog, toleransi, serta mendorong pemanfaatan teknologi secara positif untuk kemajuan daerah.
Menutup materinya, mantan aktivis Senat Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) tersebut mengajak seluruh peserta untuk memulai perubahan dari diri sendiri melalui karya, inovasi, serta sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
"Mari kita mulai perubahan dari diri sendiri. Bangun karakter, jaga etika, dan manfaatkan teknologi untuk kemajuan daerah, " tutup Edwar yang kini juga berprofesi sebagai jurnalis.
Bimbingan Teknis Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat berlangsung selama dua hari dengan kombinasi penyampaian materi di dalam kelas dan praktik lapangan. Peserta yang mengikuti kegiatan merupakan generasi muda terpilih dari berbagai kecamatan di Kabupaten Solok yang telah melalui proses seleksi panitia. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap persatuan bangsa, mampu menciptakan ruang digital yang sehat, serta menjadi motor penggerak pembangunan daerah di era digital.

















































