JAMB – Gubernur Jambi Al Haris bersama jajaran forkopimda serta berbagai komponen masyarakat, Rabu (8/7), bersepakat menutup ruang gerak gerombolan berandalan bermotor (geng motor), yang belakangan ini kembali meresahkan masyarakat.
“Tidak ada ruang lagi bagi mereka. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung dan bersinergi aparat penegak hukum di Jambi, mewujudkan hal itu. Terutama melalui pendekatan pencegahan dan peningkatan pengawasan, ” ujar Al Haris pada Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Geng Motor di Gedung Siginjai Polda Jambi, Rabu (8/7).
Rakor yang diinisiasi Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar Rabu itu, dihadiri para pemangku Forkopimda Provinsi Jambi, anggota DPRD, beberapa orang bupati, pemuka masyarakat dan, tokoh agama. Termasuk perwakilan pelajar, mahasiswa, stakeholder terkait serta beberapa orang mantan pemuda berandalan bermotor.

Melalui forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan menyatukan persepsi dan memperkuat kolaborasi untuk optimasi pencegahan dan penanganan geng motor secara komprehensif.
Dalam paparannya, Kapolda Krisno H Siregar menyebutkan fenomena berandalan bermotor jangan dipandang lagi sebagai kenakalan remaja biasa. Berbagai aksi mereka, sebut Krisno, telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Dalam paparan Kapolda Jambi, satu contoh kasus kekerasan berandalan bermotor yang menggemparkan, terjadi Minggu dini hari (28/6) pekan lalu. Dua kelompok berandalan bermotor tawuran di daerah Ness dekat perbatasan Kabupaten Muarojambi dengan Kabupaten Batanghari.
Aksi kekerasan menggunakan senjata tajam tersebut, menewaskan seorang remaja bernama Gustianto tewas dan sepeda motornya dirampas.(IS/hum)















































