DPD PPNI Kab.Tangerang Turun ke Lapangan, Bantu Warga Terdampak Asap TPA Jatiwaringin

4 hours ago 1

TANGERANG - Kebakaran masih melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Memasuki hari ke-10, petugas gabungan terus berjibaku memadamkan titik api yang tersisa. (09/07/2026)

Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD-PPNI) Kabupaten Tangerang mengusung tema"Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa untuk Kesejahteraan Masyarakat" Tema tersebut merupakan tema HUT PPNI ke-52 dan diwujudkan secara nyata oleh DPD PPNI Kabupaten Tangerang melalui aksi pengabdian masyarakat dan bakti sosial di lapangan.

Di tengah dampak asap akibat kebakaran TPA Jatiwaringin yang masih berlanjut sejak 30 Juni 2026 hingga 09 Juli 2026, dan mengancam kesehatan warga di Kecamatan Rajeg, para perawat anggota PPNI bergerak cepat memberikan pertolongan.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Tangerang, Ns. M. Nurhabibi, S.Kep., M.M., menuturkan, "pada hari Sabtu, tanggal 4 Juli 2026 kami langsung menemui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Ai Siti Zakiyah, MKM dan Kepala Puskesmas Rajeg drg. Tohiroh di Posko Pengungsian Kantor Desa Tanjakan Mekar. Tujuannya untuk mengumpulkan data dan merumuskan kebijakan strategis yang berdampak langsung dalam meringankan beban masyarakat terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin."

Malam harinya, keputusan strategis langsung diambil.  

"Kami menerjunkan anggota perawat untuk piket di Posko Kesehatan Puskesmas Rajeg di Kantor Desa Tanjakan Mekar dan posko lain sesuai arahan Kasubag Tata Usaha Ns. H.Dulfitri, Alhamdulillah, hingga hari ini posko terus berjalan 24 jam, " jelasnya.

Untuk penanganan yang sistematis, dibentuk 2 tim khusus:  

1. Tim Koordinasi dan Manajemen Posko dengan Koordinator Ns. Ridwan  

2. Tim Penanggulangan Tanggap Bencana dengan Koordinator Ns. H. Sopian Solihin

Hingga saat ini telah terbentuk 25 tim yang terdiri dari 46 orang perawat sukarelawan berkarakter emas, dari 28 rumah sakit, 1 dinas kesehatan, dan 4 institusi pendidikan se-Kabupaten Tangerang.

Di tengah kesibukan dan aktivitas di masing-masing institusi, 25 tim relawan ini dengan ikhlas rela mengorbankan waktu keluarga, jam istirahat, tenaga, jarak dan waktu demi meringankan beban masyarakat agar segera pulih.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Ketua DPD dan Pengurus DPD PPNI Kabupaten Tangerang memberikan suplemen berupa Susu dan vitamin kepada anggota perawat PPNI yang bertugas di posko, agar stamina tetap terjaga di tengah kesibukan pengabdian.

Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus dikuatkan. Pelayanan di posko telah berjalan sejak tanggal 4 Juli 2026, sampai situasi dinyatakan membaik.

Sebagai bentuk penguatan sinergi profesi dan pendidikan, Tim Penanggulangan Tanggap Bencana PPNI melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial di wilayah Rajeg.

Kegiatan pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2026 pukul 15.30 WIB sampai selesai dipimpin oleh Ns. Abdul Karim dan Ns.Mizwar dari STIKES Fathir Husada Balaraja bersama 11 mahasiswa keperawatan: Agus dan rekan-rekan.  

Kegiatan berupa pemeriksaan tanda-tanda vital, penyuluhan kesehatan ISPA kepada masyarakat, serta ikut serta jaga posko kesehatan. Pada saat penyuluhan juga dibagikan biskuit dan susu Bear Brand kepada warga sebagai upaya peningkatan gizi dan daya tahan tubuh di tengah paparan asap.

Selain itu, DPD PPNI Kabupaten Tangerang juga menyalurkan donasi berupa beras, Indomie, minyak goreng, sabun cair, telur, susu UHT, susu Bear Brand, pampers, masker, baju bekas layak pakai, bubur sun, biskuit, pembalut, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak melalui Kepala Desa Tanjakan Mekar, sebagai wujud kepedulian profesi perawat.

Untuk mendukung operasional posko, para perawat juga mendonasikan mesin uap nebulizer portable 2 buah, tetes mata 100 botol, obat batuk anti alergi 50 botol, masker 30 dus, serta susu Bear Brand 150 botol untuk nakes yang bertugas. Bantuan diserahkan kepada pihak Puskesmas Rajeg.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Pengurus DPD PPNI Kab. Tangerang: Ns. Megawati, Ns. H. Ariyanto, Tio, dan Dwi, serta perwakilan Ketua DPK PPNI Kab. Tangerang Ns. H. Sopian Solihin selaku Ketua DPK PPNI Dinas Kesehatan Kab. Tangerang.

Kepala Desa Tanjakan Mekar, Kades Uti menyampaikan apresiasi dan banyak terimakasih atas kehadiran 25 tim perawat PPNI yang piket 24 jam dan penyaluran bantuan langsung kepada warga kami, "ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Rajeg Drg. Tohiroh mengapresiasi sinergi, pemeriksaan, penyuluhan, dan bantuan yang sangat meringankan beban tenaga kesehatan.

Untuk mendukung operasional posko kesehatan , para perawat juga mendonasikan mesin uap nebulizer portable 2 buah, tetes mata 100 botol, obat batuk anti alergi 50 botol, masker 30 dus, serta susu Bear Brand 150 botol untuk Perawat dan nakes yang bertugas di Puskesmas Rajeg. Bantuan diserahkan kepada pihak Puskesmas Rajeg."pungkasnya.

"Kami berkomitmen kegiatan ini akan terus berjalan sampai pemerintah menyatakan keadaan membaik. PPNI hadir bukan hanya untuk profesi, tetapi untuk masyarakat Indonesia umumnya dan Kabupaten Tangerang khususnya, " imbuh Ns.M.Nurhabibi, S.Kep., M.M.

Salah satu perwakilan warga, Ketua RT 014 RW 06 Kp. Jungkel Desa Tanjakan Mekar yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin Kecamatan Mauk karena berdekatan dan berbatasan dengan Kecamatan Rajeg : "Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari PPNI. Warga kami merasa sangat terbantu. Untuk kesehatan warga Alhamdulillah sudah membaik dan ditangani dengan baik. Asap juga sudah mulai tidak ada. Harapan kami ke depan tidak ada lagi kejadian kebakaran seperti ini."tutupnya.

Sejarah Berdirinya PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) 

Pada 17 Maret 1974, sejarah baru tercipta bagi profesi keperawatan di Indonesia.  

Wakil dari berbagai organisasi perawat bertemu di Ruang Demonstration, Jalan Prof. Eykman No. 34, Bandung. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat melakukan fusi dan mendirikan PPNI sebagai wadah tunggal profesi perawat.

Pertemuan bersejarah ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting keperawatan Indonesia, di antaranya Ojo Radiat, H.B. Barnas, dan Drs. Maskoed Soerjasumantri.

Peran Setelah Berdiri

Sejak berdiri, PPNI tumbuh menjadi rumah besar bagi perawat Indonesia.  

PPNI hadir untuk memperjuangkan profesi, memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga kode etik dan profesionalitas, serta mendorong peningkatan mutu layanan keperawatan di seluruh tanah air.

Makna Hingga Kini

Setiap 17 Maret diperingati sebagai Hari Jadi PPNI sekaligus Hari Perawat Nasional.  

Peringatan ini menjadi bukti bahwa PPNI lahir dari semangat persatuan. Hingga hari ini, PPNI tetap menjadi pilar utama dalam menjaga harkat, martabat, dan kualitas profesi perawat Indonesia.

(Spyn). 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |