JMSI Bali Gelar Diskusi Publik, Penanganan Sampah Butuh Aksi Nyata

1 month ago 25

DENPASAR – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali menggelar diskusi publik sebagai bagian dari peringatan HUT ke-5 JMSI dan HUT ke-1 JMSI Bali, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). 

Acara yang berlangsung di Inna Bali Heritage Hotel pada Selasa, 25 Februari 2025, mengusung tema “Bali Bebas Masalah Sampah: Realistis atau Utopis?”

Diskusi ini menghadirkan berbagai tokoh penting, di antaranya Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali periode 2025-2030, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) sebagai Ketua Dewan Pembina JMSI Bali, serta beberapa narasumber lain seperti Plt. Kadis KLH Provinsi Bali I Made Rentin, Wakil Dekan I Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana I Gede Hendrawan, dan Ketua Yayasan Bumi Kita Wayan Aksara.

Dalam diskusi tersebut, Putri Suastini Koster menegaskan bahwa sampah bisa menjadi masalah atau berkah tergantung pada bagaimana pengelolaannya. 

Menurutnya, penanganan sampah yang efektif memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

"Jika ada kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, maka penanganan sampah bisa menjadi realistis. Namun, jika hanya sekadar wacana tanpa aksi nyata, maka itu hanya utopia, " ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah rumah tangga dari rumah masing-masing, seperti memanfaatkan lubang biopori untuk sampah organik. 

Selain itu, ia menolak konsep pemindahan sampah besar-besaran ke daerah lain, karena hanya akan memindahkan masalah tanpa menyelesaikannya.

Sementara itu, Cok Ace menyoroti dampak sampah terhadap industri pariwisata Bali. Menurutnya, promosi pariwisata harus diiringi dengan penyelesaian masalah sampah yang semakin meningkat. 

Ia berharap dengan adanya Pungutan Wisatawan Asing, pemerintah bisa lebih leluasa dalam menangani permasalahan ini.

Diskusi ini menyimpulkan bahwa penanganan sampah harus melibatkan berbagai pihak dan membutuhkan edukasi yang berkelanjutan. Selain itu, diperlukan sistem penghargaan dan sanksi bagi masyarakat agar lebih sadar akan pengelolaan sampah.

Ketua JMSI Bali, Nyoman Ady Irawan, menegaskan bahwa permasalahan sampah merupakan isu penting yang harus segera ditangani, selain kemacetan dan keamanan.

"Kami ingin mengonsolidasikan semua pihak agar penanganan sampah menjadi agenda utama bagi JMSI di Bali, " pungkasnya. (Ray)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |