Kapal Feri KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Utara Sumenep, 5 Tewas, 41 Orang Masih Hilang

1 day ago 9

SUMENEP – Kapal feri KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar hebat di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.25 WIB itu memicu kepanikan di tengah laut hingga membuat sejumlah penumpang nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

Kebakaran terjadi sekitar 30 mil laut dari daratan Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, tepatnya pada koordinat 6.51066713 LS – 114.001666 BT.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan hingga Minggu siang proses evakuasi masih terus berlangsung. Berdasarkan data sementara, dari total 271 penumpang dan awak kapal, sebanyak 225 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, lima orang meninggal dunia, sedangkan 41 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

"Dari total yang sudah dievakuasi, masih ada 41 orang yang belum ditemukan dan saat ini masih dalam proses pencarian, " ujar Nanang.

Peristiwa nahas tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial. Rekaman memperlihatkan kobaran api melahap badan kapal disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. Di tengah kepanikan, para penumpang tampak berusaha menyelamatkan barang-barang mereka sebelum akhirnya banyak yang mengenakan pelampung dan melompat ke laut.

Tim SAR gabungan terus berjibaku melakukan penyelamatan terhadap penumpang maupun awak kapal. Fokus pencarian kini diarahkan ke sekitar lokasi kebakaran, terutama untuk menemukan korban yang terjun ke laut ketika api mulai membesar.

"Di anjungan kapal sudah tidak terlihat lagi ada korban. Saat ini kami lebih fokus mengevakuasi korban-korban yang sudah melompat ke dalam air, " kata Nanang.

Tujuh Kapal Dikerahkan

Dalam operasi penyelamatan tersebut, Basarnas bersama unsur TNI AL, kapal niaga, dan instansi terkait mengerahkan sedikitnya tujuh kapal bantuan, yakni TB Hasnur 26, Prakasa Mas, Meratus Pematang Siantar, Meratus Project 3, Transko Arafura, KN SAR Permadi, serta KRI Nala milik TNI Angkatan Laut.

Meski operasi berlangsung lancar, tim di lapangan menghadapi tantangan berat. Gelombang laut yang cukup tinggi, kecepatan angin, serta kondisi bangkai kapal yang masih mengeluarkan asap tebal dan suhu panas menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

Selain itu, kondisi psikologis para korban yang masih syok juga menjadi perhatian khusus petugas.

"Tim harus ekstra hati-hati karena kondisi psikis para survivor sedang syok dan panik. Proses pemindahan ke kapal bantuan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko baru, " jelas Nanang.

Dua Skenario Evakuasi

Basarnas telah menyiapkan dua skenario untuk membawa para korban ke daratan. Prioritas utama adalah mengangkut korban selamat menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan pengawalan KN SAR Permadi dan KRI Nala.

Sementara itu, korban yang membutuhkan penanganan medis darurat akan langsung dievakuasi menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep, agar segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Terkait penyebab kebakaran, Nanang menegaskan pihaknya masih memprioritaskan penyelamatan korban.

"Penyebab kebakaran nantinya akan diselidiki oleh KNKT bersama Marine Inspector setelah seluruh proses evakuasi selesai."

Basarnas juga memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga malam hari apabila kondisi cuaca dan pencahayaan memungkinkan.

"Jika cuaca memungkinkan, pencarian di laut akan tetap kami lanjutkan meski di malam hari, " tegasnya.

Polresta Sumenep Dirikan Posko Terpadu

 Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H melalui Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, membenarkan terjadinya kebakaran kapal penumpang tersebut.

"Benar, telah terjadi kebakaran pada KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar. Saat ini proses evakuasi terhadap penumpang masih berlangsung dan Polresta Sumenep terus berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP Kalianget, serta instansi terkait, " ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan awal diterima Basarnas dari pihak PT Atosim Lampung Pelayaran setelah nahkoda kapal mengabarkan terjadi kebakaran. Namun, beberapa saat kemudian komunikasi dengan nahkoda terputus.

Informasi berikutnya diperoleh melalui komunikasi radio maritim yang menyebutkan sejumlah kapal yang melintas, di antaranya KM Meratus Project 3 dan TB Hasnur 26, langsung melakukan evakuasi terhadap penumpang yang terapung di laut menggunakan pelampung maupun sekoci.

Menyikapi insiden tersebut, Kapolresta Sumenep langsung menuju Pelabuhan Kalianget dan memerintahkan pembentukan Posko Terpadu. Kabagops dan Kasat Samapta ditugaskan menyiapkan seluruh sarana dan prasarana posko, sementara Satpolair berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP, dan masyarakat pesisir untuk mendukung proses evakuasi.

Selain itu, Seksi Dokkes Polresta Sumenep telah berkoordinasi dengan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep guna memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap menerima korban apabila ditemukan maupun dievakuasi ke daratan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap 41 korban yang masih hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, KSOP, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. (Jon)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |