Ketua FPK Jember Buka Puasa Bersama Tokoh Kampung Nusantara Perum Bumi Mangli

3 days ago 9

JEMBER - Kampung Nusantara, melihat namanya memang tidak asing dan mengundang konotasi adanya berbagai suku, agama, adat dan lain-lain yang tinggal dalam suatu  lingkungan. Hal tersebut benar adanya, hal ini terbukti saat jurnalis mengikuti Kunjungan Silaturahmi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jember Ir. Sujatmiko, ke Kampung Nusantara Perum Bumi Mangli Kel Mangli Kabupaten Jember, tepatnya di salah seorang  tokoh Kampung Nusantara  Ismoeadi Susetyo.

Kunjungan Ketua FPK Kab Jember bersilaturahim ke Ismoeadi Susetyo RT.01 RW.15 Perum Bumi Mangli Permai Kelurahan Mangli Kec Kaliwates, Sujatmiko sangat tertarik dengan gagasan Cak Ismoe panggilan akrab Ismoeadi Susetyo,  untuk mewujudkan  Kampung Nusantara di Jember yang tujuan utamanya  untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebersamaan dan kerukunan di antara warga masyarakat sebagai aktualisasi dari nilai-nilai Pancasila.

Salah satu bentuk kongkrit kegiatannya adalah gotong royong dan pemberdayaan ekonomi rakyat dengan ikan bakar kampung nusantara, pengembangan berbagai produk lokal dari warganya, dan sedang dikembangkan menjadi Kampung Wisata di Jember, kata Cak Ismoe  yang  didampingi P. Yanto selaku Ketua RT, cak Mul pelukis dan beberapa tokoh kepemudaan.

Cak Ismoe disela-sela kesibukannya sebagai sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih sempat melakukan pendampingan masyarakat. Obrolan panjang terjalin dari Berbuka Bersama hingga dilanjutkan Ngopi  bareng di Pondok Blokosuto di rumahnya Cak Ismoe. Terkait Ikan Bakar Nusantara menyampaikan,  ikan bakar nusantara sudah mulai banyak dikunjungi pelanggan dan  beberapa waktu yang lalu kami menerima kunjungan Romo Antonius dari tokoh gereja Katholik bersama rombongan, mencicipi aneka masakan sea food.

Melihat Konsep Kampung Nusantara ini  bisa dijadikan sebuah model kampung kuliner Nusantara karena di Kabupaten Jember ini ada 17 etnis yang masing-masing memiliki keragaman budaya dan kuliner dan hal tersebut bisa menjadi  kekayaan dan pendorong pariwisata Jember sebagai kota Pandhalungan, kata Sujatmiko. (Siswandi)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |