Ketua GP Ansor Magelang Dukung Presiden Berantas Korupsi: Penegakan Hukum Harus Adil dan Tanpa Pandang Bulu

5 hours ago 2

MAGELANG - Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Magelang, H. Aghus Ulinnuha, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Menurut Aghus, pemberantasan korupsi harus dilaksanakan secara profesional dengan tetap berpegang teguh pada prinsip keadilan, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Ia menilai langkah tegas terhadap praktik korupsi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pembangunan nasional berjalan secara optimal.

"Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak moral, mengkhianati amanah rakyat, dan menghambat pembangunan. Karena itu, upaya pemberantasannya harus menjadi komitmen bersama demi menghadirkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas, " ujar H. Aghus Ulinnuha dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Ia menegaskan, GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan mendukung setiap proses penegakan hukum yang dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak boleh hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga harus diiringi dengan upaya membangun budaya integritas di seluruh lapisan masyarakat agar praktik korupsi dapat dicegah sejak dini.

"Penegakan hukum harus berjalan adil dan tanpa pandang bulu. Pada saat yang sama, hak-hak setiap warga negara tetap harus dihormati sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum akan semakin kuat, " katanya.

Aghus juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan untuk mengambil peran aktif dalam membangun budaya antikorupsi.

Menurutnya, perang melawan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat melalui pembiasaan sikap jujur, transparan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

"Budaya antikorupsi harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan pendidikan, hingga kehidupan bermasyarakat. Jika nilai kejujuran dan integritas tertanam sejak dini, kita akan memiliki fondasi yang kuat untuk mencegah lahirnya praktik korupsi di masa depan, " tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat agar upaya pemberantasan korupsi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

"Melawan korupsi adalah bentuk menjaga amanah bangsa. Kami mendukung setiap langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan secara profesional, adil, transparan, dan sesuai hukum demi terwujudnya Indonesia yang maju, kuat, serta sejahtera, " pungkas Aghus.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |