Legislator PKB Barru AFK Majid Tagih Komitmen Balai Pompengen Tuntaskan Proyek Air Baku

1 month ago 25

BARRU - Ketua DPC PKB kabupaten Barru Ir. AFK. Majid, ST, MH., yang juga anggota komisi III DPRD Barru memimpin kunjungan ke Balai Besar Pompengen Jeneberang dengan agenda rapat kerja, salah satunya terkait dengan proyek Air Baku, Selasa (25/2/2025).

Kunjungan kerja (Kunker) Ketua Badan Kehormatan DPRD Barru ini bersama para anggota Komisi III DPRD dan Kades Siddo serta Kades Palakka diterima oleh Kabid Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Gunawan.

Dalam rapat kerja tersebut, AFK Majid menuntut komitmen pihak Balai Besar Pompengen Jeneberang untuk menuntaskan program Air Baku yang saat ini diduga mangkrak. Padahal program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pedesaan.

AFK Majid menyatakan, salah satu program Pompengan adalah proyek Air Baku, program ini dianggap sangat tepat karena menyasar desa-desa yang sudah sangat lama kekurangan air bersih yang mana air bersih itu adalah kebutuhan dasar dan sangat prioritas.

Dengan adanya program ini, Majid mewakili masyarakat Barru sangat bersyukur dan berterima kasih karena program ini kurang lebih 5 titik dikabupaten Barru, meliputi 2 titik didesa Siddo, 1 titik di Palakka dan 2 titik dikecamatan Tanete Riaja.

"Program ini dimulai pada tahun 2020 dan kebetulan saya selaku pengusul yang menyaksikan masyarakat sangat kesusahan air bersih. Mirisnya lagi, orang tua rela bersusah payah mengambil air dari tempat jauh, bahkan ada yang sampai harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari", ungkapnya.

Sehingga lanjut Majid, hampir di setiap pertemuan terutama reses DPRD masalah program Air Baku ini selalu menjadi topik utama. Sehingga pada tahun 2020 lalu dianggap dengan adanya program sumur air baku dari Pompengan ini maka persoalan air bersih akan teratasi.

Namun harapan itu kata Majid seakan semakin jauh dari angan-angan karena program itu terhenti dan diduga mangkrak. Akibat dari kondisi ini, muncullah beragam pertanyaan sejak tahun 2023 sampai hari ini dan kurang lebih selama 4 tahun masyarakat Barru menantikan kelanjutan dari proyek ini.

"Berbagai elemen masyarakat mulai dari warga desa, LSM, Pers hingga aparat hukum ramai-ramai mempertanyakan hal ini kepada kami. Dan parahnya lagi, muncul suara sumbang yang menyatakan bahwa program ini dikerja asal-asalan dan berpotensi merugikan keuangan negara", ujarnya.

Kemudian kata Majid, dirinya sempat bertemu beberapa kali dengan pihak pelaksana dari Pompengen. Selain itu, bersama dengan pemerintah setempat, Ia memiliki gambar rencana atau DED (Detail Enginer Design) yang begitu lengkap mulai dari pengeboran dan jaringan sangat jelas di DED itu.

Akan tetapi menurut Majid, yang terjadi dilapangan justru tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Dilapangan hanya pengeboran lalu diberi patok beton warna biru pada tahun 2020 dan hingga saat ini tidak pernah lagi ada kelanjutannya. Ironisnya lagi 5 titik lokasi program ini tidak ada satupun yang dilanjutkan.

"Olehnya itu, kami datang dengan niat baik demi kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan masyarakat. Kami yakin balai pompengan ini satu tarikan nafas dengan kami yang teguh memperjuangkan masyarakat. Kita memiliki tanggung iawab bersama untuk menuntaskan masalah ini", tegas Majid.

Legislator muda asli kelahiran Soppeng Riaja ini menuntut komitmen pihak balai besar Pompengen untuk melanjutkan program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dia berharap, rapat kerja ini menghasilkan kesimpulan yang berpihak kepada masyarakat.

"Sebagai legislator yang diberi amanah sebagai penyambung lidah rakyat, kami menbutuh jawaban, bahkan kami butuh komitmen balai Pompengan agar program ini dilanjutkan dan masyarakat dapat merasakan mamfaatnya sesuai dengan rencana awal", tutup Majid.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |