PANGKEP - Pembangunan desa menuju Desa Hebat dan Maju pentingnya menerapkan sebuah konsep Konsentrasi Revitalisasi Ekonomi Lokal dan Smart Village dalam membangun Kabupaten Pangkep. Pangkep, yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, memiliki potensi besar untuk berkembang jika dikelola dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, pendekatan yang mengedepankan teknologi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi solusi ideal dalam mewujudkan desa-desa yang maju dan mandiri.
Revitalisasi ekonomi lokal adalah konsep yang bertujuan untuk menghidupkan kembali potensi ekonomi di suatu daerah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Dalam konteks Pangkep, ini bisa berarti mengembangkan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Jika diterapkan dengan baik, pendekatan ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pusat kota atau investor asing.
Salah satu strategi dalam revitalisasi ekonomi lokal adalah program One Village One Product (OVOP). Setiap desa di Pangkep dapat berfokus pada satu produk unggulan yang khas, seperti ikan bandeng, rumput laut, atau produk olahan hasil laut lainnya. Dengan branding yang baik dan dukungan pemasaran digital, produk-produk lokal ini bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.
Selain itu, sektor pariwisata di Pangkep memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Wisata bahari di daerah kepulauan dan ekowisata di wilayah pegunungan dapat menjadi daya tarik utama. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama, bukan hanya sebagai penonton. Dengan demikian, ekonomi lokal bisa tumbuh secara merata.
Di sisi lain, konsep Smart Village perlu diterapkan untuk mendukung revitalisasi ekonomi lokal. Smart Village adalah konsep desa berbasis teknologi yang memanfaatkan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan sistem digital lainnya untuk meningkatkan efisiensi layanan publik, pendidikan, dan sektor ekonomi.
Dalam konteks pertanian dan perikanan, misalnya, teknologi IoT bisa diterapkan untuk memantau kondisi tanah, kualitas air, dan cuaca secara real-time. Dengan demikian, petani dan nelayan bisa mengambil keputusan yang lebih akurat untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen.
Selain itu, pemanfaatan e-commerce dan platform digital sangat penting untuk memperluas pasar bagi produk lokal. Dengan adanya marketplace lokal yang dikelola oleh desa, para pelaku usaha kecil bisa lebih mudah menjangkau konsumen tanpa harus bergantung pada tengkulak. Hal ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.
Di sektor layanan publik, digitalisasi administrasi desa bisa mengurangi birokrasi yang lambat dan tidak efisien. Dengan sistem berbasis digital, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan dengan lebih cepat dan transparan, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan hingga layanan kesehatan berbasis telemedicine.
Namun, untuk menerapkan konsep Smart Village di Pangkep, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Infrastruktur digital, seperti jaringan internet yang stabil dan listrik yang memadai, harus menjadi prioritas utama. Tanpa akses teknologi yang memadai, konsep desa pintar akan sulit diwujudkan.
Selain itu, perlu ada pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat agar mereka bisa memahami dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Pemerintah daerah harus bekerja sama dengan akademisi dan perusahaan teknologi untuk memberikan pendampingan dalam penggunaan teknologi digital di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Dukungan kebijakan dari pemerintah juga menjadi faktor kunci. Regulasi yang berpihak pada ekonomi lokal dan insentif bagi pelaku usaha desa harus diterapkan agar masyarakat memiliki motivasi untuk berkembang. Tanpa kebijakan yang mendukung, inovasi yang diterapkan bisa terhambat oleh regulasi yang kaku atau tumpang tindih.
Herman Djide memiliki visi bahwa dengan menerapkan Revitalisasi Ekonomi Lokal dan Smart Village, desa-desa di Pangkep bisa tumbuh menjadi desa mandiri yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pangkep tidak hanya menjadi daerah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga menjadi contoh bagaimana teknologi dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Dengan strategi yang tepat, komitmen dari pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat, desa-desa di Pangkep bisa mengalami transformasi besar menuju masa depan yang lebih sejahtera. Tidak ada alasan bagi Pangkep untuk tertinggal jika konsep ini diterapkan dengan serius dan berkelanjutan.
Pangkep 27 Februari 2025
Penulis:
Herman Djide Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkep