PANGKEP SULSEL - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia ( DPD JNI ) Cabang Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Herman Djide saat dihubungi di Desa Sawaru Kecamatan Camba Kabupaten Maros seusai melihat pemanfaatan lahan lahan kebun di lereng lereng gunung Senin (31/3/2025)
Pimpinan Redaksi Media Indonesia Satu perwakilan Kabupaten Pangkep ini mengungkapkan bahwa Pemanfaatan lahan tidur seperti ini menjadi tantangan besar, ini adalah langkah yang kreatif oleh kepala desa Sawaru Kecamatan Camba sebab lahan tidur yang dibiarkan terbengkalai bukan hanya menyia-nyiakan potensi pertanian dan ekonomi, tetapi juga berisiko menimbulkan masalah lingkungan. Namun tetap optimis bahwa tetap ada strategi cerdas dalam mengoptimalkan lahan tidur untuk berbagai keperluan produktif.
Salah satu pendekatan utama yang diterapkan adalah program urban farming dan pertanian vertikal. Lahan kosong seperti lahan bekas industri, atau tanah tidak terpakai, diubah menjadi kebun produktif. Dengan teknologi hidroponik dan aeroponik, maka bisa berhasil meningkatkan hasil pertanian meski dengan ruang terbatas dan kondisi tanah yang kurang mendukung.
Selain itu, bisa juga menerapkan teknologi irigasi canggih untuk memanfaatkan lahan tidur yang kering. Irigasi tetes dan sensor kelembaban tanah digunakan untuk menghemat air dan memastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup. Inovasi ini memungkinkan pertanian tetap berkembang meski di daerah yang mengalami kekurangan air.
Pendekatan agroforestry juga menjadi bagian dari strategi dalam memanfaatkan lahan tidur. Dengan menanam pohon dan tanaman produktif secara bersamaan, tanah tetap terjaga kesuburannya dan mampu menahan erosi. Konsep ini tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga berkontribusi pada konservasi lingkungan.
Selain strategi teknis, bisa juga memiliki kebijakan insentif bagi individu atau perusahaan yang mengelola lahan tidur. Pemerintah memberikan keringanan pajak atau subsidi bagi mereka yang mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian atau proyek lingkungan. Program ini mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga menerapkan sistem sewa lahan jangka pendek bagi petani muda dan startup pertanian. Dengan biaya rendah, mereka dapat memanfaatkan lahan yang sebelumnya terbengkalai untuk mengembangkan usaha tani modern. Ini menjadi solusi bagi regenerasi petani dan mendorong inovasi dalam sektor pertanian.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan lahan tidur. Penggunaan drone dan kecerdasan buatan (AI) memungkinkan pemantauan kondisi tanah dan tanaman secara real-time. Dengan data yang akurat, petani dapat menentukan strategi terbaik dalam mengelola lahan mereka.
Lebih dari sekadar pertanian, bisa juga mengubah lahan tidur menjadi taman kota, hutan mini, atau pusat edukasi lingkungan. Konsep ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat sekitar. Lahan yang dulunya kosong kini menjadi ruang hijau yang meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Dengan luasan lahan tidur yang tersebar di berbagai wilayah, pemerintah bisa mengadopsi kebijakan insentif bagi masyarakat yang mau mengelola lahan tersebut. Dengan dorongan kebijakan yang tepat, lahan yang terbengkalai bisa menjadi aset produktif.
Penerapan teknologi pertanian modern juga perlu menjadi perhatian. Dengan sistem irigasi pintar dan pertanian vertikal, lahan yang sebelumnya dianggap tidak subur bisa diubah menjadi sumber pangan yang bernilai tinggi. Investasi dalam riset dan pengembangan pertanian berkelanjutan harus menjadi prioritas.
Selain itu, kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sangat diperlukan dalam pengelolaan lahan tidur. Dengan kolaborasi yang solid, inovasi dalam pemanfaatan lahan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan.
Edukasi masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan tidur juga harus digalakkan. Program pelatihan dan pendampingan bagi petani muda serta komunitas lokal dapat membantu mereka memahami cara mengoptimalkan lahan yang ada. Dengan demikian, upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru.
Jika hal ini mampu mengadopsi strategi pemanfaatannya dengan penyesuaian terhadap kondisi lokal, lahan tidur yang selama ini terabaikan bisa menjadi sumber daya yang berharga. Dengan pendekatan inovatif dan dukungan kebijakan yang kuat, masa depan pertanian dan ketahanan pangan di Pangkep bisa semakin cerah.( Ince Arifin)