MUI Jabar dan Kodam III Siliwangi Perkuat Sinergi Demi Jabar Istimewa

3 hours ago 3

BANDUNG - Suasana kehangatan menyelimuti Markas Kodam III Siliwangi di Jalan Aceh, Bandung, pada Kamis (11/6/2026) siang. Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal M. Kosasih S.E., M.M., beserta jajaran pejabat, menyambut hangat kedatangan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Pertemuan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 12.30 WIB ini menandai babak baru dalam upaya membangun sinergi yang lebih kuat antara dua institusi penting di Jawa Barat.

Rombongan MUI Jawa Barat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dr. KH. Aang Abdullah Zein M.Pd.I., didampingi para wakil ketua umum dan ketua bidang yang memiliki rekam jejak mumpuni. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk menjaga hubungan kesejarahan yang telah terjalin erat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Jawa Barat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pangdam III Siliwangi. Ia menekankan bahwa inti dari pertemuan ini adalah untuk membangun sinergi dan koordinasi yang berkelanjutan.

"Kami ingin hubungan kesejarahan antara MUI Jabar dengan Kodam III Siliwangi terus hidup sepanjang masa, " ujarnya, menggarisbawahi peran vital Kodam III Siliwangi dalam sejarah lahirnya MUI Jawa Barat.

Sejarah mencatat, Kodam III Siliwangi lah yang menggagas pendirian Badan Musyawarah Alim Ulama (BMAU) pada tahun 1958, yang kemudian menjadi embrio bagi terbentuknya MUI di Jawa Barat. Bahkan, posisi Ketua Umum MUI Jabar pertama pada periode 1967-1971 diemban oleh Mayor Jenderal M. Darsono, yang saat itu menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi. Latar belakang kerjasama ini tak lain adalah perjuangan bersama membela rakyat Jawa Barat dari ancaman pemberontakan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo.

Semangat kerjasama dalam membela Bangsa, Agama, dan Negara tersebut kini dilestarikan dalam visi misi MUI sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) dan Shadiqul Hukumah (mitra strategis pemerintah). MUI Jawa Barat bahkan memiliki tagline yang lebih spesifik, "KHIDMAH ULAMA UNTUK JAWA BARAT ISTIMEWA", yang ditopang oleh empat pilar utama: "Bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, bertoleransi dalam khilafiah, dan bekerjasama dalam dakwah".

Pasca terpilih dalam Musyawarah Daerah XI Desember 2025 lalu, kepengurusan MUI Jawa Barat telah rampung melakukan konsolidasi internal dan merumuskan program kerja. Banyak program yang membutuhkan dukungan dan sinergi dari Kodam III Siliwangi. Oleh karena itu, MUI Jabar menawarkan berbagai potensi kerjasama, termasuk dalam penanggulangan gerakan radikalisme keagamaan, penanganan aliran sesat, dan sosialisasi Gerakan Santri Kebangsaan.

Menanggapi hal tersebut, Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal M. Kosasih, memberikan apresiasi tinggi. Ia mengakui hubungan historis yang kuat antara MUI Jabar dan Kodam Siliwangi.

"Seharusnya saya yang datang ke MUI, " ucap beliau dengan nada bercanda, menunjukkan kerendahan hati. Beliau menambahkan, jajaran Kodam III Siliwangi siap mendukung dan bekerja sama dengan MUI Jawa Barat dalam berbagai program.

Pangdam menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap paham radikalisme keagamaan yang masih berkembang. Ia meminta MUI untuk terus mengembangkan dakwah yang menyejukkan, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an, "Bil hikmah wal mau'idzatil hasanah."

Lebih lanjut, Pangdam menyatakan kesiapannya untuk merumuskan bersama strategi teknis dan implementasi program yang bertujuan memelihara kondusivitas Jawa Barat. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |