Nikah Massal Unik di Pemkot Kediri Pecahkan Rekor MURI dengan VW Kombi

3 days ago 3

Kota Kediri merayakan Hari Jadi ke-1147 dengan cara yang tak terlupakan. Sebanyak 53 pasangan pengantin menorehkan sejarah baru dengan melangsungkan akad nikah secara serentak di dalam mobil Volkswagen (VW) Kombi. Aksi unik ini tidak hanya memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori akad nikah serentak terbanyak dalam mobil VW, tetapi juga berkolaborasi apik dengan Jambore Nasional VW ke-53 yang menjadikan Kediri sebagai tuan rumah.

Acara yang dipusatkan di Jalan Dhoho dan Jalan Stasiun pada Jumat, 24 Juli 2026, ini menjadi bagian integral dari perayaan HUT Kota Kediri. Setelah prosesi akad nikah yang penuh kehangatan, para pengantin akan menerima Piagam Rekor MURI dan turut memeriahkan pesta rakyat.

Kegiatan prestisius ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Walikota Kediri KH. Qowimuddin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus Kota Kediri, Pj Sekda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ketua Volkswagen Indonesia Association (VIA) Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, Ketua Kediri Volkswagen Club Edy Herwiyanto, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), perwakilan MURI, para Camat, Lurah, serta tentu saja, para calon pengantin nikah massal.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan kebahagiaannya melihat sinergi antara Pemerintah Kota Kediri dan komunitas Volkswagen. Ia menekankan bahwa komunitas otomotif kini telah berkembang menjadi wadah yang tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi masyarakat.

"Yang pertama ini adalah rangkaian Hari Jadi Kota Kediri, di mana Pemerintah Kota Kediri bersinergi, berkolaborasi dengan komunitas VW. Alhamdulillah komunitas VW melaksanakan Jambore Nasional dan Kediri ditunjuk sebagai tuan rumah, " ujar Mbak Wali, sapaan akrabnya, penuh semangat.

Menurut Vinanda, acara nikah massal ini merupakan wujud kepedulian mendalam terhadap masyarakat, khususnya bagi pasangan yang belum memiliki legalitas pernikahan resmi dari negara. Ia melihat komunitas VW memiliki kepedulian yang luar biasa, salah satunya dengan memfasilitasi masyarakat kurang mampu untuk dapat melangsungkan pernikahan.

"Tentunya saya melihat bahwa komunitas VW ini bukan hanya sekadar komunitas otomotif yang biasanya kita kenal penyelenggaraannya touring kemudian menjadi wadah untuk menyalurkan hobinya. Tetapi di sini saya lihat komunitas VW punya bentuk kepedulian yang sangat tinggi. Salah satunya untuk mewadahi atau memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu untuk bisa menikah, " jelasnya.

Ia berharap, seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal ini dapat membangun keluarga yang harmonis dan senantiasa dilindungi oleh negara melalui pencatatan pernikahan yang resmi. Ia juga berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Kediri, menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Vinanda menegaskan kembali pentingnya legalitas pernikahan dalam menjamin hak dan kewajiban seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, sehingga mereka mendapatkan kepastian hukum. "Dan perlindungan hukumnya juga bisa diberikan, karena ternyata banyak juga yang masih menikah siri. Ini bisa menjadi wadah bagi beliau-beliau, di mana hak dan kewajiban dari suami istri ini bisa terlindungi secara hukum, kemudian beliau-beliau juga bisa mendapatkan legalitas hukum, " tegasnya.

Lebih lanjut, para peserta tidak hanya difasilitasi proses administrasinya oleh Kantor Urusan Agama (KUA), tetapi juga menerima perlengkapan pengantin dan bantuan perlengkapan rumah tangga sebagai bekal awal membangun rumah tangga. "Yang pertama mereka mendapatkan tentunya fasilitas dari KUA, kemudian sarana dan prasarananya nanti juga dapat, baik nanti ada hadiah gift berupa sarana memasak. Kemudian baju beliau-beliaunya juga difasilitasi, kemudian administrasi dan giftnya sudah semuanya terfasilitasi, " pungkasnya.

Ketua Volkswagen Indonesia Association (VIA), Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, menambahkan bahwa pemecahan rekor MURI ini memiliki pesan moral yang luhur. Ia ingin mengingatkan kembali nilai-nilai luhur pernikahan kepada masyarakat luas.

"Rekor MURI ini kita angkat untuk mengingatkan kembali nilai-nilai luhur pernikahan. Harapan kita, pasangan yang menikah hari ini tidak hanya merayakan hari ini saja, tetapi juga membawa dan mewarisi nilai-nilai utama dalam keluarga untuk diteruskan ke generasi berikutnya, " ujar Nanan.

Lurah Banjaran, Rudy Winarko, turut bersyukur atas terselenggaranya nikah massal ini, yang turut membantu warganya, pasangan Joko Tri Santoso dan Tri Widiastuti. "Sekaligus merayakan HUT Kota Kediri ke-1147 dan Jambore Volkswagen ke 53, " ucapnya.

Salah satu pasangan, Joko Tri Santoso (36) asal Banjaran, mengungkapkan rasa senang dan terima kasihnya. Ia merasa sangat terbantu karena seluruh biaya pernikahan ditanggung oleh pemerintah. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Kediri dan Volkswagen yang sudah mengadakan acara ini. Semoga kedepannya lebih jaya dan lebih maju, " ungkap Joko penuh harap.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |