Nusron Wahid Tekankan Prinsip Keadilan Pemimpin Saat Buka Puasa Bersama Komisi II DPR RI di Semarang

5 hours ago 3

SEMARANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya prinsip keadilan bagi seorang pemimpin saat menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Ketua Komisi II DPR RI di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3).

Dalam tausiah menjelang azan magrib, Nusron mengingatkan para pejabat negara yang hadir agar selalu menjunjung tinggi keadilan dan berpegang pada aturan dalam setiap pengambilan keputusan.

Menurutnya, keadilan merupakan kunci utama dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan prasangka maupun perasaan pribadi yang dapat memengaruhi objektivitas kebijakan.

Ia menilai masih banyak pejabat yang keliru dalam mengambil keputusan karena terlalu mengedepankan sentimen emosional. Sentimen tersebut kerap muncul akibat kedekatan organisasi atau latar belakang yang sama, baik dari organisasi kemasyarakatan maupun organisasi kemahasiswaan.

“Kalau kita sedang menjadi pemimpin maka kata kunci yang paling pertama adalah keadilan. Yang namanya adil tidak boleh prejudice dan tidak boleh menggunakan perasaan, ” ujar Nusron dalam tausiah tersebut.

Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjaga jarak secara profesional meskipun memiliki ikatan emosional dengan pihak tertentu. Hal itu diperlukan agar keputusan yang diambil tetap objektif dan mencerminkan prinsip kehati-hatian.

Bagi Nusron, keadilan juga tercermin dari kebijakan yang tidak menyulitkan masyarakat. Setiap keputusan pemerintah, menurutnya, harus memberikan kemudahan serta manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menekankan pentingnya merumuskan kebijakan yang aplikatif, efektif, dan efisien, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah.

Ia menyoroti tingginya tingkat ketergantungan fiskal pemerintah daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi refleksi untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih baik, efektif, dan bersih.

Rifqinizamy juga mendorong pemerintah daerah untuk membangun kekhasan dan kemandirian ekonomi di wilayah masing-masing sehingga daerah mampu memperkuat daya saing dan kemandirian pembangunan.

“Sehingga dari hulu sampai hilir kita memiliki kemandirian. Pada akhirnya, negara kesatuan yang berotonomi bisa menjadi bagian dari kekuatan bangsa, ” ujarnya.

Acara silaturahmi dan buka puasa bersama ini turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron hadir didampingi Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri; Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko (Ortala MR), Einstein Al Makarima Mohammad; serta Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Kartono Agustiyanto.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan publik.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |