PDAM dan DPRD Bukittinggi Siapkan Revitalisasi Drainase Birugo Puhun untuk Atasi Banjir

1 day ago 10

Bukittinggi – Pemerintah Kelurahan Birugo Puhun bersama Perumda Air Minum Tirta Jam Gadang dan DPRD Kota Bukittinggi tengah menyiapkan langkah penanganan banjir yang kerap terjadi di kawasan Birugo Puhun, khususnya di wilayah RW 04 dan RW 05. Salah satu solusi yang dibahas adalah revitalisasi jaringan drainase yang diiringi dengan penataan jaringan pipa PDAM agar tidak lagi menghambat aliran air.

Lurah Birugo Puhun, Syaiful, menjelaskan bahwa pihak kelurahan menerima banyak keluhan masyarakat terkait banjir yang terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan hasil peninjauan, salah satu penyebabnya adalah keberadaan jaringan pipa Perumda Air Minum Tirta Jam Gadang yang melintang di dalam saluran drainase.

“Ketika hujan turun, sampah yang terbawa arus sering tersangkut pada pipa tersebut sehingga aliran air tidak lancar. Akibatnya, drainase meluap dan menggenangi permukiman warga, ” ujar Syaiful, Selasa (7/7/2026).

Selain mendorong penataan jaringan pipa, Syaiful juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi telah menetapkan jadwal pembuangan sampah mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“Warga cukup meletakkan sampah di depan rumah agar mudah diangkut petugas. Untuk rumah yang berpagar, sampah dapat digantung di tempat yang mudah dijangkau. Sementara di gang-gang sempit, pengangkutan dilakukan menggunakan bentor. Jika masyarakat disiplin membuang sampah, saluran drainase juga akan lebih terjaga, ” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jam Gadang Kota Bukittinggi, Alfitra, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai persoalan tersebut melalui Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Ustadz Taufik Tuanku Mudo. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, diketahui bahwa kawasan tersebut telah masuk dalam rencana revitalisasi drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum.

“Informasi ini kami terima dari Bapak Ustadz Taufik Tuanku Mudo. Setelah kami cek ke lapangan, memang lokasi tersebut telah direncanakan untuk revitalisasi drainase oleh Dinas PU. Karena itu, kami akan berkoordinasi agar penataan jaringan pipa dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan revitalisasi, sehingga hasilnya lebih efektif dan tidak perlu dilakukan pembongkaran berulang, ” jelas Alfitra.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2027. Meski demikian, PDAM akan tetap mencari solusi sementara pada titik-titik yang dinilai paling mendesak agar dampak banjir dapat dikurangi sambil menunggu pelaksanaan proyek.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Ustadz Taufik Tuanku Mudo, mengatakan dirinya menerima banyak aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir di Birugo Puhun. Menurutnya, tumpukan sampah yang terbawa aliran air, termasuk dari wilayah Kabupaten Agam menuju Bukittinggi, sering tersangkut pada jaringan pipa yang berada di dalam drainase sehingga memperparah kondisi banjir.

“Kami menerima amanah dari masyarakat untuk memperjuangkan penyelesaian persoalan ini. Kami akan mendorong koordinasi seluruh pihak agar jaringan pipa yang menghambat aliran air dapat ditata dengan baik, sehingga fungsi drainase kembali optimal dan banjir bisa diminimalkan, ” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Taufik Tuanku Mudo juga menyampaikan kabar baik bagi warga RW 05 yang belum mendapatkan layanan air bersih. Sebanyak 25 kepala keluarga yang membutuhkan sambungan baru PDAM diminta segera mengajukan surat permohonan agar dapat ditindaklanjuti dengan survei lapangan oleh Perumda Air Minum Tirta Jam Gadang.

Kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Birugo Puhun, DPRD Kota Bukittinggi, Perumda Air Minum Tirta Jam Gadang, Dinas Pekerjaan Umum, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut. Dengan drainase yang berfungsi optimal, jaringan pipa yang tertata, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, risiko banjir di Birugo Puhun diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

(Lindafang)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |