Perhutani KPH Ngawi dan Polsek Jogorogo Gelar Evaluasi Keamanan Hutan Hingga Capaian Produksi

1 month ago 9

Ngawi – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Begal terus memperkuat kolaborasi lintas instansi guna memastikan keamanan wilayah hutan sekaligus memacu produktivitas kerja.

Hal ini ditegaskan dalam pertemuan sinergi dan evaluasi yang digelar bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Jogorogo pada Jumat, 17 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Asper BKPH Begal tersebut dihadiri langsung oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Begal, Bambang Wahyudiono beserta jajaran, serta Kapolsek Jogorogo, Iptu Supriyanto yang didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Jogorogo.

Administratur Perhutani KPH Ngawi melalui Asper BKPH Begal, Bambang Wahyudiono, menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah strategis dalam mengawal seluruh target kerja Perhutani di tahun 2026, mulai dari aspek keamanan, perencanaan, produksi, hingga tanaman.

"Sinergitas bersama jajaran kepolisian sangat krusial bagi kami. Keamanan hutan yang kondusif adalah pondasi utama agar seluruh program kerja, baik produksi maupun kelestarian lingkungan, dapat berjalan sesuai dengan Perjanjian Kerja (PK) dan tata waktu yang telah ditentukan, " ujar Bambang.

Ada 5 poin krusial yang menjadi fokus utama dalam evaluasi dan koordinasi bersama tersebut.

Sinergitas Keamanan Hutan (Kamhut): Kunjungan Kapolsek dan Kanit Reskrim Jogorogo ini mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas kawasan hutan dan penegakan hukum terkait tindak pidana kehutanan.

Keamanan Produksi & Karhutla: Memastikan keamanan proses produksi di lapangan agar berjalan sesuai regulasi. Selain itu, kedua instansi sepakat untuk mengintensifkan sosialisasi pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada masyarakat sekitar demi efektivitas perlindungan hutan.

Akselerasi Produksi Melampaui Target: Di sektor produksi kayu, BKPH Begal menunjukkan performa impresif. Dari target harian yang ditetapkan sebesar 40 m , saat ini realisasi produksi berjalan lancar dengan rata-rata mencapai 50 m per hari.

Pertemuan ini juga membahas percepatan penyelesaian tebangan A2 dan tebangan E, serta kesiapan tenaga pungut dan armada angkutan untuk menyambut pungutan Daftar Kayu Bulat (DKP).

Ketelitian Perencanaan: Menegaskan bahwa perencanaan adalah kunci keberhasilan, jajaran Perhutani ditekankan untuk menjaga ketelitian dan ketepatan dalam klarifikasi Rencana Teknik Tahunan (RTT) Paket I dan II, serta evaluasi potensi (Evapot) agar selaras dengan PK.

Persiapan Tanaman 2026: Untuk menjaga keberlanjutan hutan, Perhutani segera melakukan persiapan lapangan serta sarana prasarana (sarpras) untuk program Tanaman Rutin tahun 2026 di petak 26E dan 28A.

Sementara itu, Kapolsek Jogorogo, Iptu Supriyanto, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung program-program Perhutani. Polsek Jogorogo berkomitmen penuh untuk melakukan pengamanan intensif, baik dalam bentuk patroli bersama maupun edukasi kepada masyarakat di sekitar hutan.

Dengan adanya evaluasi berkala dan sinergi yang solid ini, diharapkan seluruh target pengelolaan hutan di wilayah kerja BKPH Begal dapat tercapai secara optimal, aman, dan membawa manfaat berkelanjutan bagi negara serta masyarakat sekitar.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |