Perhutani Lawu Ds Salurkan Bantuan TJSL Rp.30,5 Juta untuk Pengembangan UMKM Kopi

1 month ago 15

Lawu Ds (22/06/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) senilai Rp30.500.000 kepada mitra binaannya, UMKM Java Wilis Coffee yang berada di bawah naungan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kare Makmur, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Administratur KPH Lawu Ds di Aula Gunung Wilis Selatan, Senin (22/06/2026).

Program TJSL merupakan wujud komitmen Perhutani dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat kemitraan antara Perhutani dengan LMDH dan pelaku UMKM.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Adi Nugroho, kepada Ketua UMKM Java Wilis Coffee, Suwito. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Administratur Ponorogo–Pacitan Choirul Huda, Wakil Administratur Lereng Lawu Wilis Hermawan, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Dedi Noperi, Kepala Seksi Keuangan, Umum, IT dan SDM Anike Kartika Yulistin, Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan Filipus Alpian Mandowali, Kepala Sub Seksi Keuangan Rudi Budi Susanto, Kepala RPH Kare Wahyudi, Kepala Sub Seksi Kemitraan Produksi Murimin, serta pengurus LMDH Kare Makmur.

Dalam sambutannya, Administratur KPH Lawu Ds, Adi Nugroho, menjelaskan bahwa bantuan TJSL Non PUMK merupakan program hibah yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat di sekitar kawasan hutan agar mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan usaha kopi sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kami juga berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui dukungan masyarakat terhadap kegiatan operasional Perhutani, khususnya produksi getah pinus dan pengelolaan hutan secara lestari, ” ujarnya.

Adi menambahkan, penerima bantuan diharapkan menyampaikan laporan perkembangan pemanfaatan dana melalui LMDH sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan program. Menurutnya, kolaborasi antara Perhutani, LMDH, dan pelaku UMKM menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi masyarakat desa hutan yang tetap selaras dengan upaya pelestarian kawasan hutan.

Sementara itu, Ketua UMKM Java Wilis Coffee, Suwito, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Perhutani terhadap pengembangan usaha yang dikelolanya.

“Bantuan ini menjadi tambahan modal yang sangat berarti bagi pengembangan usaha kopi kami. Kami mengapresiasi kepedulian Perhutani terhadap UMKM di sekitar kawasan hutan dan siap terus bersinergi dalam menjaga kelestarian hutan serta mendukung kegiatan operasional Perhutani, ” ungkapnya.

Melalui program TJSL, Perhutani KPH Lawu Ds terus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan usaha produktif, sehingga tercipta keseimbangan antara kelestarian hutan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.@Red.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |