Peringati 10 Muharam, Satgas Yonif 2 Marinir Pererat Silaturahmi dengan Warga Deiyai

4 hours ago 4

DEIYAI - Semangat kebersamaan dan persaudaraan mewarnai peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah atau Hari Assyura yang digelar di Masjid Ash-Shiddiq, Kampung Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Kamis (25/6/2026). Dalam momentum penuh makna tersebut, prajurit Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Yonif 2 Marinir turut hadir dan berbaur bersama masyarakat sebagai bentuk penguatan silaturahmi di wilayah penugasan.

Kehadiran personel Satgas disambut hangat oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat TNI-Polri, serta warga yang mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Momen tersebut menjadi simbol kuat harmonisasi antara aparat negara dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kerukunan di Bumi Cenderawasih.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para prajurit mengikuti doa bersama, mendengarkan tausiyah keagamaan, serta berdialog dengan warga. Interaksi yang terjalin berlangsung akrab dan menunjukkan kedekatan emosional yang selama ini dibangun Satgas Yonif 2 Marinir dengan masyarakat setempat.

Komandan Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Yonif 2 Marinir Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono yang diwakili Lettu Marinir Abdul Mukid mengatakan, peringatan Hari Assyura tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

"Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI untuk selalu dekat dengan rakyat. Melalui momentum 10 Muharam, kami ingin mempererat silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta membangun sinergi yang positif antara aparat dan masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, " ujar Lettu Marinir Abdul Mukid.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu strategi penting dalam pelaksanaan tugas Satgas di wilayah Papua. Selain menjaga keamanan, prajurit juga aktif membangun komunikasi sosial dan mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di wilayah penugasan tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Tokoh masyarakat Kampung Waghete mengapresiasi kehadiran prajurit Marinir yang selama ini aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan warga.

"Kami merasa senang dan bangga karena bapak-bapak TNI selalu hadir bersama masyarakat, baik dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Kehadiran mereka membuat hubungan antara masyarakat dan aparat semakin dekat, " ungkap Yosepha, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Peringatan Hari Assyura di Waghete menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjadi sarana mempererat persatuan dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Yonif 2 Marinir berharap hubungan harmonis yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan diperkuat melalui berbagai program sosial, kemasyarakatan, maupun kegiatan keagamaan lainnya.

Kebersamaan yang terbangun antara TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendorong terciptanya lingkungan yang damai dan sejahtera di Kabupaten Deiyai dan wilayah Papua Tengah secara umum.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |