Perkuat Bhabinkamtibmas, DPR Dorong Pelatihan Pendekatan dan Mitigasi Hukum

2 days ago 4

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Bimantoro Wiyono, menyerukan penguatan peran krusial Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Ia menekankan pentingnya pelatihan yang fokus pada kemampuan pendekatan masyarakat hingga penanganan dan mitigasi permasalahan hukum di tingkat akar rumput.

Dalam sebuah rapat dengar pendapat bersama Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (11/03/2026), Bimantoro menyoroti posisi Bhabinkamtibmas yang merupakan garda terdepan Polri dalam berinteraksi langsung dengan warga.

"Kadang-kadang di desa ini sedikit-sedikit dia nanyanya sama Pak Bhabin. Ada masalah hukum, ketilang, dan lain sebagainya, itu nanya pasti sama Pak Bhabin. Nah, ini mungkin harus ada juga pelatihan itu dimasukkan bagaimana ilmu dalam menyikapi, mitigasi, permasalahan hukum yang ada di daerah-daerah yang di desa, " ujar Bimantoro.

Menurut pandangannya, banyak persoalan yang timbul di tengah masyarakat, seperti sengketa tanah atau kesalahpahaman antarwarga, dapat diselesaikan secara efektif oleh Bhabinkamtibmas jika dibekali kemampuan yang memadai.

"Itu kan biasanya permasalahannya itu sama-sama aja, bisa masalah tanah, masalah kesalahpahaman antartetangga, itu kan hal kecil, ya. Nah, itu mungkin menurut saya masih bisa dimitigasi, ” katanya.

Ia menambahkan, "Ini yang harus dilakukan, pelatihan agar Bhabinkamtibmas ini memang benar-benar mempunyai ilmu pembinaan dan juga pemeliharaan keamanan dari mulai desa.”

Bimantoro meyakini bahwa Bhabinkamtibmas memegang peranan strategis dalam menjaga stabilitas, terutama di tengah dinamika geopolitik dan politik dalam negeri. Keberadaan mereka diharapkan mampu mencegah potensi gesekan sekecil apapun di tingkat desa yang dapat mengganggu ketenteraman nasional.

Menyadari latar belakang petugas Bhabinkamtibmas yang beragam, mulai dari mantan anggota lalu lintas, intelijen, narkoba, hingga reserse, Bimantoro menekankan perlunya standarisasi melalui pelatihan. Tujuannya adalah menciptakan pemahaman yang seragam, khususnya dalam hal pembinaan masyarakat.

"Ini kan dia dari berbagai macam matra, bukan hanya dari orang Binmas sendiri. Dia ada yang basic-nya dulu pernah di lantas, ada yang di intel, ada di narkoba, ada di Serse, ” tuturnya.

"Itu menurut saya penting sekali adanya pelatihan-pelatihan yang memang menjadi dasar seorang Bhabinkamtibmas ini memang mumpuni dalam bisa melakukan pendekatan ataupun pembinaan secara langsung terhadap masyarakat, " imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Baharkam Polri, Komisaris Jenderal Polisi Karyoto, mengungkapkan salah satu tantangan dalam pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas adalah kekurangan personel. Meski masalah klasik, hal ini masih menjadi perhatian serius.

Ke depan, Baharkam Polri berencana mengoptimalkan fungsi pembinaan masyarakat dengan fokus pada pemenuhan rasio satu desa/kelurahan satu Bhabinkamtibmas. Namun, perhatian tidak hanya pada kuantitas, melainkan juga pada kualitas personel.

"Dalam jangka, pendek fokus tidak hanya pada kuantitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas personel, seperti tadi kami sampaikan bahwa kami menginginkan setiap insan Polri betul-betul menjiwai sebagai polisi penolong, " kata Karyoto.

Selain itu, Karyoto juga mengusulkan peningkatan dana operasional Bhabinkamtibmas, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Anggaran yang saat ini sebesar Rp1.430.000 per bulan dinilai belum memadai untuk menunjang efektivitas kerja.

Ia mengusulkan kenaikan anggaran menjadi Rp3.300.000 per bulan, yang mencakup rincian harian Rp150.000 untuk uang makan dan Bahan Bakar Minyak (BBM), sarana kontak, konsumsi penyuluhan, serta pulsa paket data. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |