Padang, Sumbar — Polda Sumatera Barat menegaskan pentingnya penguatan sinergisitas TNI-Polri dalam menghadapi tantangan tugas keamanan dan pelayanan publik di era Digital Society 5.0.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumbar, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, saat menghadiri kegiatan pembekalan Perwira Siswa Pendidikan Reguler atau Pasis Dikreg LV Sesko TNI di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sumbar, pejabat TNI-Polri, mentor, serta pendamping Pasis Sesko TNI. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian studi strategis para perwira menengah TNI dalam memahami dinamika pertahanan, keamanan, dan pembangunan di wilayah Sumatera Barat.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Anissullah menekankan bahwa sinergi lintas institusi menjadi kunci dalam membangun kepemimpinan nasional yang adaptif, solid, dan mampu menjawab perkembangan zaman.
“Kunjungan Pasis Dikreg LV Sesko TNI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergisitas dan soliditas antara TNI dan Polri. Menghadapi era Digital Society 5.0, tantangan tugas ke depan tidak lagi konvensional, ” ujar Kombes Pol. Anissullah.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi menuntut aparatur negara memiliki kemampuan digital, pola pikir terbuka, serta kepekaan sosial dalam menjalankan tugas. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kompetensi teknis, tetapi juga pada karakter, integritas, dan nilai humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kita dituntut melahirkan SDM yang unggul, adaptif, dan mahir digital, tanpa menghilangkan nilai-nilai humanis dalam pelayanan kepada masyarakat, ” katanya.
Kombes Pol. Anissullah juga menyampaikan bahwa Polda Sumbar terus mendorong pembinaan personel berbasis prinsip Culture Policing dan semangat Polri Presisi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung stabilitas kamtibmas di daerah.
Menurutnya, forum pembekalan Pasis Sesko TNI ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan calon-calon pemimpin TNI dan Polri dalam ruang dialog yang konstruktif. Kolaborasi pemikiran tersebut diharapkan mampu memperkuat soliditas kelembagaan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Integrasi pemikiran antara calon pemimpin TNI dan Polri sangat krusial untuk menjaga stabilitas keamanan nasional, sekaligus mendukung agenda Indonesia Maju, ” ujarnya.
Kegiatan pembekalan berlangsung khidmat dan interaktif. Selain pemaparan materi strategis, peserta juga mengikuti sesi diskusi mengenai potensi daerah, dinamika sosial, serta geopolitik wilayah Sumatera Barat.
Melalui kegiatan ini, Polda Sumbar berharap para Pasis Dikreg LV Sesko TNI memperoleh wawasan aplikatif yang dapat menjadi bekal dalam mengemban tugas komando dan kepemimpinan di masa mendatang.
(Berry)
















































