BAUBAU– Kekerasan di lingkungan kepolisian kembali mencoreng institusi. Seorang polisi muda berinisial A, yang direkrut melalui jalur kompetensi (Rekpro), mengalami penganiayaan brutal oleh seniornya di Barak Polres Baubau, Kamis malam (21/2/2025). Akibat kejadian ini, korban mengalami luka serius, termasuk kebocoran pankreas, dan harus segera dirujuk ke Makassar untuk perawatan lebih lanjut.
Ditemui di Rumah Sakit Palagimata, korban yang baru pertama kalinya bermalam di Barak Mapolres Baubau mengungkapkan bahwa ia diserang secara brutal saat masih malam pertama bermalam di Barak.
"Malam Jumat kejadiannya. Saya masih tidur, lalu dibangunkan. Setelah itu, saya dipukul berkali-kali di bagian perut sekitar selama 20 menit saya dipukul, "ungkapnya dengan kondisi masih lemah pascaoperasi, Selasa (25/02/2025).
"kalau saya makan masih sakit dibagian perutku, "sambungnya.
Kondisi korban semakin mengkhawatirkan membuat Keluarga yang tidak terima atas perlakuan keji ini segera melaporkan kasus ini ke SPKT untuk proses pidana dan ke Propam untuk pelanggaran etik.
"Ini harus segera dirujuk karena dokter mengatakan pankreasnya bocor dan tidak bisa ditangani di sini. Makanya, harus ke Makassar untuk perawatan lebih lanjut, "ujar Safrin, pihak keluarga korban.
Lebih mengkhawatirkan lagi, dugaan awal menyebut korban bukan satu-satunya. Ada sembilan anggota kepolisian yang mengalami kekerasan serupa, diduga dilakukan oleh enam senior, empat di antaranya penjaga barak dan dua lainnya diduga pelaku utama penyiksaan.
"Untuk perkembangan lebih lanjut, kami meminta pihak Polres Baubau menindak tegas para pelaku. Jangan sampai ada budaya kekerasan yang terus dibiarkan di institusi kepolisian, "tegas Safrin yang juga menjadi Kuasa Hukum keluarga.
Dari amatan media ini, kondisi Korban saat ini mengalami kerusakan dibagian perut hingga harus dioperasi dan dikeluarkannya cairan dari perut yang membuat sakit. Korban juga harus berpuasa untuk mengistirahatkan pankreas pasca operasi.
Kasus ini menjadi ujian bagi kepolisian dalam menegakkan disiplin dan mencegah kekerasan di internal mereka sendiri.
Kapolres Baubau berusaha dihubungi dan ditemui beberapa wartawan namun belum ada konfirmasi sampai berita ini diterbitkan.