Rekrut Puluhan Personel Pengamanan PT Kinra Sei Mangkei, PT WPM Bungkam Dikonfirmasi

1 month ago 22

SIMALUNGUN - Kalangan publik menyoroti keluh kesah yang diungkapkan, sejumlah personel pengamanan outsource atau sekuriti atas nama PT TSL, selaku PT Kawasan Industri Nusantara selaku anak perusahaan Holding Perkebunan.

Informasi diperoleh, personel pengamanan tersebut bertugas di PT Kinra, KEK Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/02/2025), sekira pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan sejumlah personel, selanjutnya kontrak kerja pengamanan outsource tersebut akan direkrut pihak vendornya yakni, PT Wira Pradana Mukti yang berkantor di Kota Medan dan rangkaian perekrutan telah terlaksana.

"Sejumlah 50an orang, terbagi 3 gelombang, pada tanggal 17/02/2025, mengikuti rangkaian perekrutan di kantor PT WPM, Kota Medan. Kegiatan interview, pemeriksaan kesehatan termasuk Psikotes, " kata salah seorang peserta rekrutmen di PT WPM.

Kemudian, nara sumber mengungkapkan, pada saat kegiatan tersebut pihak Manajemen PT WPM menyampaikan, aturan perusahaannya, terkait adanya biaya administrasi dalam perekrutan dan disetorkan melalui admin perusahaan senilai Rp 3, 1 Juta.

"Saat kegiatan interview disampaikan, untuk tahap awal sejumlah Rp 1, 5 Juta harus dibayar sebelum tanggal 01/03/2025 yang akan datang dan sisanya, secara teknis akan diatur oleh admin, " kata nara sumber sembari menyebutkan ada rekaman suara dalam kegiatan tersebut.

Terpisah, Direktur PT Kinra dikonfirmasi melalui salah seorang pejabat utama Miswarindra saat dihubungi melalui pesan percakapan selularnya menegaskan, pihaknya tidak berhubungan terkait perekrutan tenaga pengamanan tersebut.

"Langsung saja konfirmasi kepada pihak WPM yg merekruit karyawan mereka pak karena PT KINRA tidak berhubungan dengan rekruitment karyawan mereka dan tidak membenarkan kutipan apapun, " sebut Miswarindra dalam pesannya, Minggu (23/02/2025), sekira pukul 18.18 WIB.

Sementara, Manajemen PT Wira Pradana Mukti melalui Marketing WPM bernomor +62 8126077XXXX dihubungi dan dikonfirmasi soal keluhan peserta rekrutmen pengamanan outsource di PT Kinra tentang biaya yang harus disetorkan senilai Rp 3, 1 Juta.

Namun, pihak Manajemen PT WPM terkesan enggan merespon dan tidak menanggapo penyampaian konfirmasi yang dilayangkan awak media melalui pesan percakapan selular bertuliskan, Marketing WPM hingga rilis berita ini dilansir kepada publik.

Sebelumnya diberitakan,  

Lembaga Swadaya Masyarakat KAMPUD, melalui Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara menyoroti serta menyoal permasalahan 73 orang tenaga kerja jasa pengamanan KEK Sei Mangkei yang dikelola PT Kinra.

Informasi diperoleh, PT Kawasan Industri Nusantara selaku anak perusahaan Holding Perkebunan diberi kuasa mengelola KEK Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Kamis (20/02/2025), sekira pukul 11.00 WIB.

Saat ditemui, Mhd. Aliaman H. Sinaga, S, H. selaku Ketua LSM KAMPUD DPW Sumatera Utara, secara tegas mengecam pemerintah, atas pemberlakuan undang-undang dengan semena-mena dan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.

"Seperti kata peribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga dan beginilah nasib yang dialami 73 orang personel pengamanan di KEK Sei Mangkei setelah berakhirnya kontrak kerja dengan PT Tri Satya Lencana, " sebut Mhd. Aliaman H. Sinaga mengawali.

Mirisnya, lanjut Mhd. Aliaman H Sinaga menjelaskan, apabila ke-73 personel pengamanan KEK Sei Mangkei ingin mengikuti proses rekrutmen dan bergabung dengan PT Wira Pradana Mukti diwajibkan membayar biaya administrasi.

"Personel pengamanan sejumlah 73 orang Eks PT Tri Satya Lencana diwajibkan membayar biaya administrasi kepada pihak PT Wira Pradana Mukti senilai Rp 3, 1 Juta, " terang Ketua LSM KAMPUD DPW Sumatera Utara.

Parahnya, tidak ada upaya pihak PT Kinra selaku penerima manfaat, jasa pengamanan KEK Sei Mangkei untuk menghalangi praktik pungli yang dilakukan pihak rekanannya, PT Wira Pradana Mukti secara terang-terangan.

"PT Kinra terkesan mendukung praktik pungli terhadap 73 orang personel pengamanan eks Eks PT Tri Satya Lencana dan ketika penyerahan uang, pihak PT Wira Pradana Mukti tidak bersedia membuat tanda terima, " tegas Mhd. Aliaman.

Selanjutnya, Mhd Aliaman H Sinaga menyampaikan, himbauan kepada seluruh peserta yang mengikuti proses rekrutmen PT Wira Pradana Mukti agar bersedia menyampaikan kepada pihaknya untuk ditindaklanjuti dengan melaporkan praktek pungli kepada pihak Kepolisian.

"Kami himbau kepada rekan-rekan yang merasa dipungli oleh pihak rekanan PT Kinra tersebut bersedia menyampaikan permasalahan pungli tersebut, untuk kita tindak lanjuti melalui proses hukum, " tandas Mhd Aliaman H Sinaga mengakhiri.

Sedangkan, pihak Manajemen PT Wira Pradana Multi yang berkantor di Kota Medan Mukti belum dapat dihubungi dan diminta tanggapannya terkait informasi yang diperoleh awak media ini, soal rekrutmen personel pengamanan diwajibkan biaya administrasi senilai Rp 3, 1 Juta per orang.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |