Padang, Sumbar — Polda Sumatera Barat menegaskan komitmennya menjalankan rekrutmen anggota Polri tahun anggaran 2026 secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis atau BETAH. Komitmen itu diwujudkan melalui tahapan Pemeriksaan Kesehatan Jiwa atau Keswa yang diikuti 217 calon anggota Polri.
Uji Keswa tersebut berlangsung di lantai 3 Gedung Ditsamapta Polda Sumbar, Selasa (9/6/2026) pagi. Tahapan ini menjadi salah satu seleksi penting untuk mengukur stabilitas emosi, kepribadian, serta kesiapan mental peserta sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumbar, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, memantau langsung pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Ia menegaskan, seleksi Polri tidak hanya menilai kemampuan fisik dan akademik, tetapi juga kesiapan psikologis calon anggota.
“Uji Keswa ini adalah instrumen vital dalam rekrutmen Polri. Kita tidak hanya mencari personel yang cerdas dan kuat secara fisik, tetapi yang paling utama adalah memiliki mental yang sehat, stabil, dan berintegritas, ” ujar Kombes Pol. Anissullah.
Menurutnya, tantangan tugas kepolisian saat ini semakin kompleks, terutama di era Digital Society 5.0. Karena itu, calon anggota Polri harus memiliki kemampuan mengendalikan emosi, berpikir adaptif, serta tetap humanis saat menghadapi situasi penuh tekanan di lapangan.
“Di era Digital Society 5.0, tantangan tugas polisi di lapangan semakin kompleks. Dibutuhkan anggota yang mampu mengendalikan emosi dan tetap humanis dalam situasi penuh tekanan, ” katanya.
Kombes Pol. Anissullah memastikan seluruh proses seleksi di lingkungan Polda Sumbar berjalan dengan prinsip BETAH dan sejalan dengan semangat Polri Presisi. Sistem seleksi tersebut diterapkan untuk menutup ruang kecurangan serta memastikan peserta yang lulus benar-benar memiliki kualitas dan kesiapan diri.
“Kami berkomitmen penuh menutup celah kecurangan. Semua hasil ujian berbasis sistem yang akuntabel, sehingga siapa pun yang lulus nanti benar-benar murni karena kualitas dan kesiapan diri mereka sendiri, ” ujarnya.
Pelaksanaan uji Keswa diikuti ratusan peserta dengan pengawasan ketat dari unsur internal, termasuk Propam dan Itwasda, serta pengawas eksternal. Pola pengawasan berlapis itu dilakukan untuk menjaga objektivitas dan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri.
pada kesempatan yang sama, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan keterlibatan pengawas internal dan eksternal menjadi bukti bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka. Ia menyebut, transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya para orang tua dan wali peserta.
“Kami dari Bidhumas bersama tim pengawas memastikan setiap dinamika dalam proses rekrutmen ini diinformasikan secara terbuka dan objektif, ” ujar Kombes Pol. Susmelawati.
Ia menambahkan, Polda Sumbar ingin memastikan seluruh peserta berkompetisi secara sehat, jujur, dan adil tanpa intervensi pihak mana pun.
“Hal ini dilakukan agar masyarakat, terutama orang tua wali peserta, mendapatkan kepastian bahwa anak-anak mereka berkompetisi secara sehat, jujur, dan adil, ” katanya.
Melalui tahapan uji Keswa ini, Polda Sumbar berharap proses rekrutmen Polri 2026 dapat melahirkan calon anggota Bhayangkara yang tidak hanya unggul secara kemampuan, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
(Berry)

















































