PANGKEP SULSEL – Sebuah rumah milik Rahmani yang berlokasi di Lappungnge, Desa Batara, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dilanda kebakaran pada Jumat malam, 18 Juli 2026. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting arus listrik yang mengakibatkan kobaran api dengan cepat membesar.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Hapiluddin, saat dihubungi melalui telepon selulernya pada Sabtu (18/7/2026), membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut.
Menurut Hapiluddin, laporan mengenai kebakaran diterima oleh petugas pada pukul 23.37 WITA. Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Ia menjelaskan, armada pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 23.50 WITA. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merambat ke rumah-rumah warga lainnya.
Sebanyak empat unit armada pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Selain itu, sebanyak 20 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pengamanan di sekitar lokasi kebakaran.
Petugas bekerja secara maksimal bersama masyarakat setempat untuk mengendalikan kobaran api. Kerja sama yang baik antara warga dan tim pemadam menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses pemadaman.
Objek yang terbakar merupakan satu unit rumah milik Rahmani. Meski api sempat membesar, petugas berhasil menguasai situasi sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
Hapiluddin menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak menimbulkan korban meninggal maupun korban luka.
Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Petugas masih melakukan inventarisasi terhadap kerusakan yang ditimbulkan.
Setelah api berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan, armada beserta personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 00.30 WITA.
Hapiluddin mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak memenuhi standar keamanan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, serta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. ( Herman Djide)
















































