Satgas Yonif 732/Banau Hadirkan Senyum Sehat di Kampung Sinai

1 day ago 4

PUNCAK - Di tengah bentangan alam Papua Pegunungan yang menantang, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tak pernah lelah menyebarkan kebaikan. Pada Kamis (8/1/2026), unteers Pos Jenggeren kembali membuktikan dedikasinya dengan menggelar kegiatan pelayanan kesehatan gratis atau yang akrab disapa 'Pastoor' langsung ke jantung Kampung Sinai, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Dipimpin oleh Serda Jimmy, tim kesehatan bergerak mendatangi warga, membuka posko dadakan di pusat kampung. Sambutan hangat dan antusiasme terpancar dari wajah-wajah puluhan warga yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan emas ini. Keluhan mulai dari gatal-gatal pada kulit yang mengganggu, sesak napas akibat gangguan pernapasan, hingga nyeri tulang yang tak kunjung usai, semuanya mendapatkan perhatian serius.

Ada kisah pilu yang menarik perhatian tim medis. Seorang anak kecil yang kulitnya tak henti-hentinya terasa gatal, serta seorang nenek lansia yang telah lama berjuang melawan rasa sakit kronis pada tulang rusuknya. Dengan sigap, personel kesehatan Satgas melakukan pemeriksaan mendalam, meresepkan obat yang tepat, dan tak lupa memberikan edukasi sederhana namun penting mengenai kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit datang kembali.

Kapten Inf Tanamal, Danpos Jenggeren, menegaskan bahwa kegiatan Pastoor ini bukan sekadar program, melainkan wujud nyata dari tugas kemanusiaan yang diemban Satgas di wilayah perbatasan.

“Tugas kami bukan hanya menjaga perbatasan, tetapi juga membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat. Kesehatan adalah kebutuhan mendasar. Melihat warga kembali tersenyum dan memiliki harapan setelah mendapatkan pengobatan adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kehadiran Satgas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” tegas Kapten Tanamal.

Tak hanya memberikan pengobatan, kehadiran Satgas juga membawa kehangatan dan harapan. Nenek Martina, salah seorang warga yang turut merasakan manfaat pelayanan medis, tak mampu menahan haru.

“Saya sudah lama sakit di tulang rusuk dan tidak kuat berjalan jauh. Puji Tuhan, tentara datang ke sini, periksa saya, kasih obat dan nasihat. Saya sangat bersyukur dan mendoakan bapak-bapak tentara selalu sehat, ” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Melalui aksi jemput bola ini, Satgas Yonif 732/Banau kembali mengukuhkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat perbatasan. Mereka bukan hanya penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sahabat sejati yang membawa harapan, kepedulian, dan pelayanan yang tulus bagi seluruh warga Papua Pegunungan.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |