NDUGA - Di tengah hamparan alam Papua yang indah, prajurit Satgas Yonif 733/Masariku kembali membuktikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar penjaga batas, melainkan saudara yang siap berbagi kebahagiaan dan harapan. Dengan penuh kehangatan, mereka menyambangi Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, pada Kamis (03/04/2025), membawa pesan persaudaraan dan kepedulian.
Dipimpin langsung oleh Lettu Inf Alief Fiano, Komandan Titik Kuat Batas Batu, kedatangan prajurit Satgas Yonif 733/Masariku disambut dengan tangan terbuka oleh tokoh masyarakat setempat. Bapak Suabra, salah satu pemuka adat, mengungkapkan kebahagiaannya.
"Kehadiran bapak-bapak TNI adalah oase di tengah gurun. Kami merasa diperhatikan, dilindungi, dan dihargai, " tuturnya penuh haru.
Dalam suasana yang penuh keakraban, prajurit dan masyarakat berdialog membahas berbagai hal, mulai dari keamanan kampung, pembangunan infrastruktur, hingga harapan untuk masa depan Papua yang lebih baik. Tak hanya berbincang, para prajurit juga berbagi bantuan dan mendengarkan langsung aspirasi warga.
Letkol Inf Julius J. Matakena, Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membangun komunikasi yang baik serta menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat Papua.
"Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Kami hadir untuk mendengar, memahami, dan membantu masyarakat Papua dengan sepenuh hati, " ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, yang menekankan bahwa TNI hadir di Papua bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun persaudaraan dan kesejahteraan.
"Kami percaya, dengan komunikasi yang baik dan saling pengertian, kita bisa menciptakan Papua yang damai, maju, dan sejahtera. Mari kita rajut masa depan Papua dengan penuh kebersamaan, " tegasnya.
Dengan semangat TNI PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, Adaptif), Satgas Yonif 733/Masariku terus menebarkan cinta dan kepedulian. Tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga membangun jembatan hati, agar masyarakat Papua semakin percaya bahwa mereka tidak sendiri, ada saudara-saudara yang siap membantu dan mendukung mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Authentication:
Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono