Sekolah Hampir Tak Layak Pakai, Satgas Yonif 742/SWY Turun Tangan Bangun Masa Depan Papua

8 hours ago 4

LANNY JAYA - Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat kembali menghadirkan secercah harapan bagi dunia pendidikan di pedalaman Papua Pegunungan. Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY bersama warga Kampung Wome, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, bahu-membahu melanjutkan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuyawage yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan berat.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak Papua yang selama ini harus belajar dalam keterbatasan sarana dan prasarana.

Dipimpin langsung Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas Yonif 742/SWY, Letda Inf Hendra Yudha Negara, S.I.P., bersama personel Pos Titik Kuat (TK) Kuyawage, renovasi difokuskan pada pemasangan plafon baru, pengecatan ruang kelas, serta perbaikan kusen dan pintu sekolah.

Kerusakan bangunan yang sebelumnya mencapai sekitar 80 persen membuat aktivitas belajar mengajar berjalan kurang optimal. Kini, proses renovasi yang telah mencapai progres sekitar 33 persen diharapkan mampu mengubah sekolah tersebut menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan representatif.

"Keberadaan kami di Papua tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memastikan anak-anak memiliki kesempatan belajar yang layak. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan kami ingin ikut menjadi bagian dari upaya membangun generasi Papua yang lebih maju, " kata Letda Inf Hendra Yudha Negara di sela kegiatan.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI, guru, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan dapat berjalan lebih cepat ketika semua pihak memiliki tujuan yang sama.

Kondisi geografis Distrik Kuyawage yang berada di wilayah pegunungan dan sulit dijangkau menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan infrastruktur pendidikan berjalan lambat. Karena itu, keterlibatan langsung personel TNI dalam proses renovasi mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Komandan Pos TK Kuyawage, Lettu Inf Arya Sayaka, S.Tr.(Han), menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal proses renovasi hingga selesai agar para siswa dapat segera menikmati fasilitas belajar yang lebih baik.

"Senyum dan semangat belajar anak-anak Papua adalah motivasi terbesar bagi kami. Kehadiran Satgas harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, renovasi sekolah ini akan kami dukung hingga tuntas, " tegas Arya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 10 warga setempat, termasuk tokoh adat dan guru honorer SDN Kuyawage, Kardis Kogoya. Kehadiran masyarakat dalam proses renovasi menunjukkan tingginya kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di kampung mereka.

Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menyebut renovasi sekolah merupakan bagian dari implementasi program kemanusiaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah penugasan.

"Anak-anak di pedalaman Papua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Keterbatasan fasilitas akibat kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih cita-cita. Karena itu, kami hadir untuk membantu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik, " ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan masa depan Papua yang lebih maju, damai, dan sejahtera.

Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi masyarakat pedalaman, gotong royong antara TNI dan warga Kampung Wome menjadi simbol optimisme bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kerja bersama. Dari ruang kelas yang sedang direnovasi itu, harapan baru bagi generasi muda Papua perlahan mulai dibangun.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |