Taktik Brutal OPM: Warga Sipil Jadi Korban, Dituduh Mata-Mata TNI-Polri

1 day ago 4

PAPUA - Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menunjukkan tindakan brutal dengan menjadikan warga sipil sebagai sasaran kekerasan. Tuduhan sebagai mata-mata TNI-Polri menjadi dalih kelompok ini untuk melakukan penganiayaan, penculikan, bahkan pembunuhan terhadap masyarakat yang tak bersalah. Rabu 2 April 2025.

Dalam beberapa pekan terakhir, situasi keamanan di Papua semakin memanas. Laporan dari berbagai sumber mengungkapkan bahwa OPM menargetkan warga yang mereka curigai memberikan informasi kepada aparat keamanan. Sasaran utama mereka adalah masyarakat di daerah pegunungan dan pedalaman, yang selama ini hidup berdampingan dengan personel TNI-Polri dalam upaya menjaga stabilitas wilayah.  

Ketakutan Masyarakat Semakin Nyata  

Seorang warga dari Kabupaten Puncak mengungkapkan rasa takutnya atas teror yang dilakukan oleh OPM.  

"Kami hanya ingin hidup damai, tetapi tiba-tiba dituduh sebagai mata-mata. Kami tidak terlibat dalam konflik ini, tetapi tetap menjadi sasaran intimidasi, " ujarnya, Rabu (2/4/2025).  

Dalam dua bulan terakhir, lebih dari 10 warga sipil menjadi korban aksi kekerasan kelompok OPM. Beberapa di antaranya ditemukan tewas dengan luka tembak, sementara lainnya mengalami luka berat akibat penganiayaan.  

Aparat keamanan menilai tindakan OPM ini sebagai bentuk keputusasaan karena semakin terdesak oleh operasi yang dilakukan TNI-Polri. Saat aparat semakin aktif menjaga keamanan wilayah, OPM justru menggunakan strategi brutal dengan menyerang masyarakat yang tak bersalah.  

Kekerasan yang Tak Berkesudahan  

Papua selama bertahun-tahun menjadi wilayah dengan ketegangan tinggi akibat aksi kelompok separatis. OPM yang mengklaim berjuang demi kemerdekaan Papua kini justru menjadi ancaman bagi warganya sendiri. Alih-alih membebaskan rakyat, mereka malah menciptakan ketakutan dan penderitaan. 

Aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan perlindungan bagi masyarakat agar tidak lagi menjadi korban aksi keji kelompok ini. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika mengalami intimidasi atau ancaman dari kelompok separatis. 

Dengan meningkatnya tekanan dari aparat, OPM semakin terpojok dan justru berbalik menyerang masyarakat yang mereka klaim perjuangkan. Kini, warga Papua semakin sadar bahwa kedamaian dan kesejahteraan hanya bisa diraih dengan persatuan, bukan dengan kekerasan. (Apk/Red1922)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |