Tingkatkan Kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan, Bapas Purwokerto Ikuti Pelatihan Motivational Interviewing Bersama Akademisi Belanda

1 day ago 8

PURWOKERTO – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Kelas II Purwokerto mengikuti Seminar Pengembangan Kapasitas bertajuk Motivational Interview: The Essentials and Practical Implementation yang diselenggarakan oleh Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) bekerja sama dengan Saxion University of Applied Sciences, Belanda, pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti peserta dari Ruang Kamandaka Bapas Kelas II Purwokerto.

Seminar diawali dengan pembukaan dan sambutan dari penyelenggara, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tenaga pengajar Saxion University of Applied Sciences, Paul H. Nijman. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa metode Motivational Interviewing (MI) merupakan pendekatan yang efektif untuk membantu individu menemukan motivasi internal dalam melakukan perubahan perilaku secara berkelanjutan.

“Motivational Interviewing bukan tentang memaksa seseorang untuk berubah, melainkan membantu mereka menemukan alasan dan kekuatan dari dalam dirinya sendiri untuk melakukan perubahan yang positif. Pendekatan ini sangat relevan dalam proses pendampingan dan pembimbingan klien, ” ujar Paul H. Nijman.

Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tiga prinsip utama MI, yaitu autonomy (menghargai hak individu dalam menentukan pilihan), competence (membangun keyakinan terhadap kemampuan diri), dan connection (membangun hubungan yang empatik dan saling percaya). Narasumber juga menjelaskan konsep The Circle of Change yang menggambarkan tahapan perubahan perilaku mulai dari regression, preview, pondering, deciding and preparing, active change, hingga consolidation.

Pembimbing Kemasyarakatan Madya Bapas Kelas II Purwokerto, Idang Heru Sukoco, mengapresiasi materi yang disampaikan dalam seminar tersebut. Menurutnya, pendekatan Motivational Interviewing sangat relevan untuk mendukung pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan dalam mendampingi klien pemasyarakatan. “Metode ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana membangun komunikasi yang efektif dan empatik dengan klien. Dengan memahami tahapan perubahan perilaku, Pembimbing Kemasyarakatan dapat menentukan pendekatan yang tepat sehingga proses pembimbingan berjalan lebih optimal dan berdampak positif bagi klien, ” ujar Idang.

Kegiatan berlangsung lancar dan diikuti secara aktif oleh seluruh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas II Purwokerto. Melalui pelatihan ini, diharapkan kompetensi petugas semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan pembimbingan yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada perubahan positif serta keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

(Humas Bapas Purwokerto)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |