Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Keimanan Melalui Pembinaan Rohani Islam

10 hours ago 4

Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perubahan perilaku warga binaan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mampu membangun kesadaran, memperkuat nilai-nilai moral, serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

Bertempat di Masjid Baitussalam Lapas Kelas I Tangerang, Selasa (14/7), puluhan warga binaan mengikuti pembinaan rohani Islam yang menghadirkan seorang ustadz dari Kementerian Agama Kota Tangerang bersama tiga pembimbing dari Yayasan Al Ahzar Jakarta. Kegiatan yang diikuti santri Attawabin dan warga binaan dari berbagai blok hunian ini berlangsung kondusif, mulai dari penyampaian materi keagamaan hingga ditutup dengan pelaksanaan Shalat Dzuhur berjamaah.

Dalam tausiyahnya, ustadz Drs. M. Sardi dari Kementerian Agama Kota Tangerang mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

"Setiap manusia memiliki masa lalu, tetapi masa depan selalu memberi ruang untuk menjadi lebih baik. Selama masih ada kemauan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, selalu ada harapan untuk memulai lembaran baru. Jadikan setiap proses pembinaan sebagai bekal untuk kembali ke keluarga dengan membawa perubahan yang positif, " pesannya.

Pesan tersebut menjadi penguat bagi proses pembinaan yang selama ini dijalankan di Lapas Kelas I Tangerang. Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, Yudhistira Putra, menegaskan bahwa pembinaan rohani merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan agar perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bekal dalam kehidupan setelah bebas.

"Pemasyarakatan bukan hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga membangun manusia. Karena itu, pembinaan rohani menjadi salah satu fondasi untuk menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan semangat memperbaiki diri sehingga warga binaan siap kembali sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat, " ujar Yudhistira.

Bagi para warga binaan, pembinaan rohani bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi ruang untuk merenungkan perjalanan hidup sekaligus memperkuat tekad dalam menata masa depan. Salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut memberikan ketenangan dan motivasi untuk terus berubah.

"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Melalui pembinaan ini saya belajar untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga sebagai pribadi yang lebih baik, " ungkap S.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Tangerang, Lapas Kelas I Tangerang terus memperkuat pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian warga binaan. Upaya ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat mereka siap menjalani kehidupan yang lebih baik serta berkontribusi secara positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |