40 Prajurit TNI Terjun Padamkan Kebakaran di Asiki, Api Berhasil Dijinakkan dalam 2 Jam

1 day ago 3

BOVEN DIGOEL - Puluhan prajurit Satgas Swasembada Yonif 403/WP Koops TNI Habema bergerak cepat membantu warga memadamkan kebakaran yang melanda permukiman di Kompleks Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. 

Sebanyak 40 prajurit dikerahkan setelah personel Satgas melihat kepulan asap tebal dari arah permukiman warga pada Selasa sore (10/8/2026). Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIT dan dengan cepat menjalar ke sejumlah bangunan.

Dansatgas Yonif 403/Wirasada Pratista, Letkol Inf Moh. Irwan Afandi, mengatakan pihaknya langsung memerintahkan personel mengecek lokasi setelah melihat asap dari sekitar 3 kilometer dari pos.

“Saya perintahkan kepada 40 personel untuk mengecek dan membantu bila hal itu terjadi kebakaran, ” kata Irwan, kepada media, Sabtu (15/8/2026).

Setibanya di lokasi, prajurit mendapati api telah membakar sejumlah bangunan. Mereka kemudian bergabung dengan warga dan petugas pemadam kebakaran PT Korindo untuk melakukan pemadaman.

Kondisi di lapangan cukup sulit. Material sejumlah bangunan yang terbakar didominasi papan dan triplek sehingga api cepat membesar dan merambat. Dengan peralatan yang tersedia, prajurit bersama warga menggunakan air dan pasir untuk menahan kobaran api.

Upaya pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Kerja sama antara prajurit, masyarakat dan petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan api sehingga sebagian barang milik warga dapat diselamatkan.

“Dengan peralatan pemadam seadanya, seperti pasir serta air digunakan untuk memadamkan api. Sementara bangunan begitu cepat terbakar karena material bangunan sebagian besar terbuat dari papan dan triplek, ” ujar Irwan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Irwan menegaskan, respons cepat prajurit merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam menjaga keamanan sekaligus membantu masyarakat di wilayah perbatasan.

“Sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan, selain melaksanakan tugas pokok, kami juga harus membantu warga perbatasan dan warga binaan, salah satunya seperti ini, ” tegasnya.

Aksi puluhan prajurit tersebut menjadi gambaran bahwa penugasan di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Ketika warga menghadapi situasi darurat, prajurit turut hadir bersama masyarakat untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |