Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas kesigapan dan keberhasilan mereka dalam mengungkap peredaran narkotika. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (18/8/2026).
Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), Danlanud Sutan Sjahrir, Danlantamal II Padang, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat serta undangan lainnya.
Dalam keterangannya, Gubernur Mahyeldi memberikan apresiasi khusus kepada jajaran kepolisian yang terus berupaya melakukan penindakan tegas, termasuk penggagalan penyelundupan narkoba di bandara baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa dari hasil pengungkapan selama satu bulan, aparat berhasil mencegah dampak buruk yang mengancam puluhan ribu jiwa.
“Sudah dihitung oleh Pak Kapolda, ini ada 47 ribu orang dari sebulan itu saja. Jadi kalau ini beredar di masyarakat, itu akan memberikan dampak pada 47 ribu orang. Bayangkan, ini dalam satu bulan. Satu tahun coba bayangkan, berarti ada sebanyak 600 ribu orang, ” ujar Mahyeldi.
Gubernur menekankan bahwa penanggulangan narkoba memerlukan langkah preventif yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Pemprov Sumbar bersama instansi terkait menyiapkan langkah-langkah strategis:
• Optimalisasi Peran Nagari: Memaksimalkan fungsi nagari dan program “anak kemenakan” untuk melakukan deteksi dini di tingkat pemerintahan terendah.
• Edukasi Sekolah: Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memperketat pengawasan serta memberikan edukasi bahaya narkoba secara masif kepada pelajar.
• Pengawasan Titik Masuk: Memperketat pengawasan di kawasan perbatasan, pintu masuk wilayah, dan jalur transportasi udara.
Selain penindakan dan pencegahan, Pemprov Sumbar juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan untuk pemulihan korban penyalahgunaan barang haram tersebut.
“Kami dari Pemprov Sumbar sudah menyiapkan satu rumah sakit dalam rangka untuk rehabilitasi. Insya Allah, ini juga akan bisa berperan, berfungsi, dan bermanfaat untuk merehab warga kita yang menjadi korban akibat penggunaan narkoba, ” kata Mahyeldi.
Menutup keterangannya, Gubernur Mahyeldi kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dukungan seluruh pihak, seraya berharap sinergi dan kolaborasi yang terjalin dapat terus membersihkan Sumatera Barat dari peredaran narkoba.(*)
















































