KOTA CIREBON – Babinsa Kelurahan Panjunan Koramil 1403/Lemahwungkuk Kodim 0614/Kota Cirebon, Serka Suprapto, bersama Lurah Panjunan, Komalawati, S.IP., melaksanakan kegiatan koordinasi dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Baperkam RW 08 Panjunan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (7/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, dan para pelaku UMKM mengenai penataan kawasan usaha agar lebih tertib, bersih, aman, serta tetap mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan Lurah mengajak para pelaku UMKM untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan usaha, memperhatikan kebersihan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Babinsa Kelurahan Panjunan, Serka Suprapto, menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam menciptakan lingkungan usaha yang tertib dan kondusif.
"Penataan UMKM bukan untuk membatasi aktivitas usaha masyarakat, melainkan menciptakan kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan aman sehingga pelaku usaha dapat berkembang serta masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik, " ujar Serka Suprapto.
Danramil 1403/Lemahwungkuk, Kapten Arh Hottas Manalu, menyampaikan bahwa sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, dan pelaku UMKM merupakan kunci keberhasilan penataan kawasan usaha.
"Komunikasi yang baik akan menghasilkan kesepahaman bersama. Kami berharap seluruh pelaku UMKM mendukung penataan yang dilaksanakan demi kepentingan bersama dan kemajuan wilayah, " katanya.
Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han., menegaskan bahwa Babinsa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembinaan teritorial.
"Babinsa harus terus membangun komunikasi yang humanis dengan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan persuasif dalam penataan UMKM akan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung pembangunan daerah, " ujarnya.
Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan wilayah yang tertib dan produktif.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat merupakan fondasi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, " tuturnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran aparat teritorial harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Setiap kegiatan pembinaan teritorial harus berorientasi pada solusi bagi masyarakat. Penataan UMKM yang dilakukan melalui pendekatan komunikasi dan kemitraan merupakan wujud pengabdian TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat, " ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog yang konstruktif. Para pelaku UMKM menyampaikan berbagai masukan terkait penataan kawasan usaha, sementara pemerintah kelurahan bersama Babinsa berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang terbuka sehingga penataan dapat berjalan secara tertib, adil, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kelurahan Panjunan. (PERS)

















































