CIREBON - Mentari masih terik menyinari Desa Beber, Kabupaten Cirebon, pada Selasa, 7 Juli 2026, kala semangat para petani beradu untuk memastikan masa depan pertanian mereka. Di tengah hiruk pikuk persiapan program ketahanan pangan nasional, sebuah langkah krusial diambil: sosialisasi penyaluran dan pendataan penerima pupuk bersubsidi untuk tahun 2027. Acara yang digagas oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Beber ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan jembatan harapan bagi ribuan petani di wilayah tersebut.
Bayangkan saja, di rumah Bapak Pepen, sang Ketua Gapoktan Amanah yang berlokasi di Blok Ciwaru, Desa Beber, pada pukul 13.00 WIB, para petani berkumpul. Ada kehangatan dalam suasana itu, sebuah rasa kebersamaan yang jarang terlihat. Mereka datang dengan harapan besar, ingin memahami betul bagaimana proses pendataan calon penerima pupuk bersubsidi tahun 2027 agar pupuk yang mereka nanti benar-benar sampai ke tangan yang tepat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ini adalah momen penting bagi kita semua. Dengan pendataan yang akurat, pupuk bersubsidi akan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani yang membutuhkan. Kita ingin memastikan tidak ada satupun petani yang terlewat, ” ujar salah seorang panitia dari BPP Kecamatan Beber, yang hadir dengan semangat membara.
Tak hanya para petani, sosok Babinsa Desa Beber, Sertu Widi TN, juga hadir di tengah-tengah mereka. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dukungan TNI AD terhadap program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan petani. Ia berdiri berdampingan dengan para penyuluh pertanian, perangkat desa, dan tentu saja, para petani, memperkuat sinergi yang akan membawa Kabupaten Cirebon selangkah lebih maju dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kami hadir di sini untuk memastikan program pemerintah berjalan lancar dan tepat sasaran. Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat antara TNI, pemerintah desa, BPP, dan kelompok tani, kita bisa mengatasi berbagai tantangan di sektor pertanian, ” tegas Sertu Widi TN, dengan nada optimis.
Suasana sosialisasi pun terasa hidup. Diskusi mengalir, pertanyaan-pertanyaan kritis dilontarkan, dan semua peserta larut dalam antusiasme. Mereka saling berbagi pengalaman, mendiskusikan detail proses pendataan, dan mencari solusi terbaik untuk kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. Sungguh pemandangan yang mengharukan, melihat bagaimana para petani begitu peduli terhadap masa depan pertanian mereka dan secara aktif berkontribusi dalam setiap tahapan program.
Setiap sudut ruangan dipenuhi dengan semangat kolaborasi. Para petani merasa didengarkan, dihargai, dan dilibatkan. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga aktor penting dalam upaya menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keberhasilan program ini, pada akhirnya, akan menjadi cerminan dari kerja keras dan dedikasi mereka.
















































