Berawal dari PR Sekolah, Satgas Yonif 143/TWEJ Nyalakan Mimpi Anak Papua Jadi Prajurit

1 week ago 107

MERAUKE - Sebuah pekerjaan rumah (PR) sekolah yang dibawa seorang anak Papua ke Pos Kuller Satgas Swasembada Yonif 143/TWEJ Koops TNI Habema berubah menjadi cerita tentang mimpi besar. Dari soal-soal yang semula sulit dikerjakan, tumbuh cita-cita untuk menjadi tentara dan ikut menjaga kedamaian Indonesia.

Momen sederhana itu terjadi di Kampung Kuller, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (3/9/2026). Sepulang sekolah, seorang anak datang ke Pos Kuller dengan membawa buku dan tugas sekolah yang belum berhasil diselesaikannya.

Personel Pos Kuller yang dipimpin Kapten Inf Wahyu Panca Adhi kemudian mengajak anak tersebut belajar bersama. Prajurit membantu menjelaskan sejumlah soal dengan bahasa sederhana agar lebih mudah dipahami.

Suasana belajar berlangsung santai dan penuh keakraban. Dengan pendampingan prajurit, soal demi soal mulai dapat diselesaikan.

Setelah seluruh tugasnya rampung, senyum bahagia terlihat di wajah sang anak. Namun, momen tersebut tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan PR.

Sebelum meninggalkan pos, anak tersebut mengungkapkan cita-citanya. Ia ingin menjadi seorang tentara ketika dewasa karena ingin ikut menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Cita-cita itu menjadi bagian paling berkesan dari pertemuan sederhana di Pos Kuller. Sebuah tugas sekolah yang awalnya menjadi persoalan bagi seorang anak justru berkembang menjadi ruang untuk menumbuhkan motivasi dan harapan tentang masa depan.

Kehadiran personel Satgas Swasembada Yonif 143/TWEJ di Kampung Kuller tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan wilayah. Interaksi bersama anak-anak juga menjadi kesempatan untuk memberikan dorongan agar mereka memiliki semangat belajar dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

Pendampingan belajar secara sederhana dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi anak. Terlebih ketika seorang prajurit bersedia duduk bersama, mendengarkan kesulitan, lalu membantu mencari solusi atas tugas sekolah yang sedang dihadapi.

Bagi generasi muda Papua, perhatian seperti itu dapat menjadi pemantik kepercayaan diri untuk terus belajar dan mengejar masa depan.

Kisah di Pos Kuller memperlihatkan bahwa inspirasi tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Sebuah buku, beberapa soal sekolah, dan waktu yang digunakan untuk belajar bersama ternyata mampu menghadirkan momen yang bermakna.

Dari PR yang dikerjakan bersama, seorang anak menemukan keberanian untuk menyampaikan cita-citanya. Ia ingin menjadi tentara, sebuah profesi yang menurutnya dapat menjadi jalan untuk ikut menjaga kedamaian dan keutuhan negeri.

Bagi Satgas Swasembada Yonif 143/TWEJ Koops TNI Habema, interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan energi positif bagi generasi muda di wilayah penugasan.

Sore di Kampung Kuller pun menyisakan cerita sederhana: ketika seorang prajurit membantu seorang anak menyelesaikan PR, yang ikut tumbuh bukan hanya jawaban di lembar tugas, tetapi juga sebuah mimpi tentang masa depan.

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |