INDRAMAYU – Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menegaskan bahwa kecepatan penyampaian informasi melalui media online harus selalu diimbangi dengan akurasi, keamanan informasi, dan tanggung jawab.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Asistensi dan Monitoring Media Online Kodim 0616/Indramayu yang digelar di Aula Makodim 0616/Indramayu, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026).
“Kecepatan informasi harus selalu diimbangi dengan ketepatan dan tanggung jawab. Kami ingin seluruh jajaran mampu membangun komunikasi publik yang profesional, menjaga kepercayaan masyarakat, serta menyampaikan setiap kegiatan satuan secara faktual, ” ujar Dandim.
Menurut Letkol Arm Tulus Widodo, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi publik. Media online kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana dokumentasi dan publikasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Karena itu, personel yang mengelola media satuan dituntut tidak sekadar mampu mengoperasikan perangkat dan platform digital. Mereka juga harus memahami proses verifikasi informasi, etika publikasi, keamanan data, serta kepentingan strategis satuan.
“Setiap informasi yang disampaikan membawa nama baik institusi. Personel harus teliti, memahami fakta di lapangan, dan memastikan informasi yang dipublikasikan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, ” tegasnya.
Kegiatan tersebut bertujuan membangun jaringan media yang terintegrasi dan saling terhubung dari tingkat satuan kewilayahan hingga Kodam III/Siliwangi. Melalui jaringan tersebut, koordinasi dan penyampaian informasi diharapkan menjadi lebih cepat, seragam, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui jaringan yang terintegrasi hingga Kodam III/Siliwangi, koordinasi informasi diharapkan menjadi lebih cepat dan efektif. Namun, setiap publikasi tetap harus memperhatikan akurasi, keamanan informasi, dan ketentuan yang berlaku, ” kata Dandim.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ir. Hendri, S.T., M.T. menyampaikan materi bertajuk “Media Jaringan Terintegrasi dan Terinterkoneksi”. Ia menjelaskan pentingnya kesamaan sistem, koordinasi, dan pengelolaan informasi dalam membangun jaringan media yang efektif.
“Media jaringan yang terintegrasi bukan hanya menghubungkan perangkat atau akun media sosial. Hal yang lebih penting adalah membangun kesamaan sistem, kecepatan koordinasi, dan ketepatan informasi dari tingkat bawah hingga tingkat komando, ” ujar Hendri.
Narasumber lainnya, Dr. Sulhan, menyampaikan materi “Perubahan Medan Perang di Era Artificial Intelligence (AI)”. Ia mengingatkan bahwa perkembangan AI telah mengubah karakter ancaman, termasuk melalui disinformasi, manipulasi digital, dan perebutan pengaruh di ruang informasi.
“Peperangan pada era digital tidak selalu berlangsung melalui kontak fisik. Informasi, data, opini publik, dan kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari medan strategis yang harus dipahami, ” kata Sulhan.
Dandim menilai pemahaman mengenai teknologi AI menjadi penting bagi aparat kewilayahan. Selain dapat membantu pelaksanaan tugas, AI juga dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk memproduksi informasi palsu, gambar manipulatif, dan narasi yang menyesatkan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta meningkatkan literasi digital dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kita harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas, tetapi pada saat yang sama juga harus memahami risikonya. Jangan sampai personel justru ikut menyebarkan informasi yang tidak benar karena tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, ” pesannya.
Babinsa Desa Bugis Serda Sodikin mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman tambahan mengenai pengelolaan informasi dalam mendukung tugas pembinaan teritorial.
“Sebagai Babinsa, kami berhadapan langsung dengan masyarakat. Kami harus mampu menyampaikan informasi secara cepat, menarik, dan mudah dipahami, tetapi tetap berdasarkan fakta serta memperhatikan etika, ” katanya.
Sementara itu, Danramil 1605/Sukagumiwang Kapten Cba Icuk Sukaryo menyebut kemampuan mengelola media telah menjadi bagian penting dalam mendukung tugas satuan kewilayahan.
“Media online berperan dalam menyampaikan kegiatan dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Personel harus memahami etika bermedia, keamanan informasi, dan mekanisme koordinasi sebelum suatu informasi dipublikasikan, ” ujarnya.
Melalui kegiatan Asistensi dan Monitoring Media Online tersebut, Dandim berharap seluruh jajaran Kodim 0616/Indramayu semakin profesional dalam mengelola informasi, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta dapat menghadirkan informasi yang benar, edukatif, dan menyejukkan bagi masyarakat.
“Media harus menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sajikan informasi yang benar, hindari narasi provokatif, dan jadilah sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat, ” pungkas Letkol Arm Tulus Widodo. (PERS)
















































