Mamuju, Sulbar — Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, S.I.P., M.M mengikuti Panen Raya Nasional sekaligus pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Perkantoran UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dan diikuti sekitar 70 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, serta kelompok tani. Rabu (7/1/2026)
Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, S.I.P., M.M., ikut langsung dalam kegiatan tersebut bersama Gubernur Sulawesi Barat H. Suardi Duka, MM, serta unsur Forkopimda dan jajaran terkait. Kehadiran Korem 142/Tatag menjadi wujud komitmen TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan siap mensukseskan program strategis pemerintah di sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Hartono menegaskan bahwa Korem 142/Tatag terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam upaya peningkatan produksi pangan, salah satunya melalui program cetak sawah. Saat ini, proses cetak sawah seluas sekitar 1.300 hektare tengah berjalan di Kabupaten Mamasa, termasuk percepatan pengerjaan 300 hektare yang diminta langsung oleh pemerintah daerah meski awalnya direncanakan pada tahun berikutnya.
“Medan yang cukup berat menjadi tantangan, namun kami terus mendorong jajaran di lapangan untuk mencari solusi agar target dapat tercapai. Ke depan, direncanakan pula program cetak sawah hingga 30.000 hektare, yang akan dibarengi dengan pembangunan irigasi dan pipanisasi agar produktivitas pertanian dapat meningkat, ” ujar Danrem.
Selain itu, Danrem 142/Tatag juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan tidak produktif, termasuk eks lahan perkebunan, agar dapat dikelola menjadi lahan pertanian yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Ia turut menekankan pentingnya peran Koperasi Merah Putih sebagai sarana pendukung penyediaan kebutuhan pertanian, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat H. Suardi Duka dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci naiknya produksi pertanian. Menurutnya, penguatan sektor pertanian harus dibarengi dengan pembangunan irigasi, penerapan teknologi, serta pengembangan industri pengolahan agar tercipta nilai tambah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Pertanian harus menjadi pondasi pembangunan Sulawesi Barat. Jika sektor ini kuat, maka kesejahteraan masyarakat akan lebih merata dan berkelanjutan, ” tegas Gubernur.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti secara daring Panen Raya Nasional dan pengumuman Swasembada Pangan yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan Panen Raya Nasional ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama, sebagai simbol kebersamaan dan tekad seluruh elemen bangsa dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan para petani diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat di bidang pangan.













































