SURABAYA – Ada kebanggaan yang sulit disembunyikan dari wajah para pelajar yang berdiri tegak di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Di balik seragam dan langkah yang serempak, tersimpan cerita tentang latihan, kedisiplinan, pengorbanan, sekaligus harapan untuk menjalankan satu tugas mulia: mengibarkan Merah Putih dengan penuh kehormatan.
Suasana itu terasa dalam Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Nomor 7, Surabaya, Minggu (16/8/2026).
Upacara dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jawa Timur, para kepala OPD, anggota Paskibraka beserta orang tua, serta undangan lainnya.
Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Kehadiran para pejabat dan orang tua menjadi bagian dari dukungan terhadap generasi muda yang telah dipercaya mewakili Jawa Timur dalam menjalankan tugas pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Brigjen TNI Kohir, pengukuhan Paskibraka bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Menurutnya, latihan yang telah dijalani para anggota Paskibraka seharusnya membentuk lebih dari sekadar kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membangun mental, karakter, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjadi Paskibraka adalah kehormatan sekaligus amanah. Yang paling penting bukan hanya mampu mengibarkan Merah Putih, tetapi bagaimana nilai-nilai Merah Putih itu tercermin dalam sikap dan kehidupan sehari-hari, ” ujar Brigjen TNI Kohir.
Ia berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera telah selesai. Kebersamaan yang terbangun, disiplin yang ditempa, serta tanggung jawab yang diberikan hendaknya menjadi bekal untuk menghadapi perjalanan kehidupan setelah mereka kembali ke sekolah dan lingkungan masing-masing.
“Teruslah menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, peduli kepada sesama dan mampu memberi manfaat. Jangan merasa tugas sebagai teladan selesai ketika seragam Paskibraka dilepas, ” pesannya.
Brigjen TNI Kohir juga menekankan bahwa kecintaan kepada Tanah Air tidak selalu harus diwujudkan dalam sesuatu yang besar. Menjadi pelajar yang tekun, menghormati orang tua dan guru, menjaga persahabatan, menghargai perbedaan, serta berani berbuat baik merupakan bagian dari cara generasi muda mengisi kemerdekaan.
“Saya berharap anak-anak ini tidak hanya bangga ketika mengenakan seragam Paskibraka, tetapi juga bangga menjadi bagian dari Indonesia. Terus belajar, terus bermimpi dan jangan berhenti berbuat baik. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda, ” katanya.
Di tengah kebanggaan para anggota Paskibraka, terdapat pula rasa haru dari orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka menerima amanah tersebut. Bagi keluarga, perjalanan menjadi Paskibraka bukan hanya tentang sebuah tugas pada upacara kemerdekaan, tetapi juga tentang proses melihat anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab.
Pengukuhan di Grahadi akhirnya bukan hanya menjadi sebuah seremoni, tetapi menjadi titik awal bagi para Paskibraka Jawa Timur untuk membawa semangat Merah Putih ke luar lapangan. Sebab, kemerdekaan tidak hanya dijaga dengan mengibarkan bendera, tetapi juga dengan menjaga persatuan, menghargai sesama, bekerja keras, belajar dengan sungguh-sungguh dan memberikan manfaat bagi bangsa. Dari langkah kecil para generasi muda itulah, harapan besar untuk Indonesia terus tumbuh. (Penrem 084)
















































