Doa Lintas Agama Warnai Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa

5 hours ago 3

DEMAK - Semangat persatuan dalam keberagaman mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Kabupaten Demak. Polres Demak menggelar doa bersama lintas agama yang melibatkan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta jajaran kepolisian sebagai bentuk komitmen menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Kamis (25/6/2026), tersebut terhubung secara virtual dengan jajaran Polda Jawa Tengah dalam agenda doa lintas agama yang dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

Acara diikuti Wakapolres Demak Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, para pejabat utama Polres Demak, Ketua FKUB Kabupaten Demak dr. Fuad Alhamidy, serta para tokoh dan perwakilan berbagai agama yang ada di Kabupaten Demak.

Dalam sambutannya, Kompol Hendrie yang mewakili Kapolres Demak menyampaikan apresiasi kepada FKUB dan seluruh tokoh agama yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga harmoni sosial dan kondusivitas wilayah.

Menurutnya, doa bersama lintas agama bukan sekadar rangkaian seremonial Hari Bhayangkara, melainkan momentum penting untuk mempererat kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan keamanan.

"Melalui doa bersama lintas agama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 berjalan lancar sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis, " ujar Kompol Hendrie.

Ia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan merupakan hak seluruh warga negara yang harus dijaga bersama.

Kompol Hendrie menilai Indonesia memiliki kekuatan besar berupa keberagaman suku, budaya, dan agama yang harus dirawat sebagai modal utama menjaga keutuhan bangsa.

Di tengah berbagai tantangan seperti premanisme, konflik sosial, hingga ancaman paham intoleransi, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

"Keberagaman adalah kekayaan bangsa. Karena itu, nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan harus terus dijaga agar persatuan bangsa tetap kokoh di tengah berbagai tantangan yang ada, " katanya.

Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Lebih lanjut, Kompol Hendrie menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga momentum bagi seluruh komponen bangsa untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan dan stabilitas nasional.

Ia berharap kebersamaan yang selama ini terjalin antara Polri dan masyarakat dapat semakin erat demi menciptakan suasana yang aman dan damai.

"Semoga melalui doa bersama lintas agama ini, Polri senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas. Kami juga berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga situasi Kamtibmas di Kabupaten Demak tetap aman, damai, dan kondusif, " ungkapnya.

Kehadiran tokoh agama dari berbagai latar belakang dalam satu forum doa bersama menjadi simbol kuat bahwa kerukunan dan toleransi masih terjaga dengan baik di Kabupaten Demak yang dikenal sebagai Kota Wali.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung kedekatan Polri dengan masyarakat, doa lintas agama di Polres Demak diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, mempererat kebersamaan, serta menjaga Indonesia tetap damai dalam bingkai keberagaman.**

(Agung)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |