Sebuah aksi pencurian mobil yang mengejutkan terjadi di kawasan perumahan Pinang, Kota Tangerang. Pelaku yang ternyata adalah tetangga korban sendiri, nekat menyamar sebagai wanita berjilbab demi melancarkan aksinya.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku menggunakan modus menyamar dengan mengenakan pakaian perempuan dan hijab agar tidak mudah dikenali saat mengambil kendaraan milik korban, " ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan melalui call center Polri 110 pada Rabu (24/6). Korban, Bapak Topan, melaporkan bahwa mobil Hyundai Stargazer Prime miliknya yang terparkir di depan rumah raib tanpa jejak.
Tim kepolisian dari Polsek Pinang segera bergerak cepat. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menganalisis rekaman CCTV, petunjuk penting muncul dari perangkat GPS yang terpasang di kendaraan curian.
Dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Renno, Tim Opsnal Reskrim Polsek Pinang berhasil melacak titik koordinat GPS yang mengarah ke kawasan ruko di Gading Serpong, Tangerang Selatan. Setibanya di lokasi, polisi bersama korban akhirnya menemukan mobil Hyundai Stargazer Prime warna putih tahun 2023 yang telah dilaporkan hilang.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai MAN (36), berhasil diringkus kurang dari 24 jam setelah kejadian saat ia hendak menjual mobil tersebut dengan modus Cash on Delivery (COD). Tidak sendiri, polisi juga mengamankan AS (35), yang diduga berperan sebagai penadah barang curian.
Dalam pemeriksaan awal, MAN mengaku nekat mengambil kunci mobil yang tergantung di dalam rumah korban saat kondisi rumah sedang sepi. Ia kemudian membawa kabur mobil tersebut dan segera menjualnya kepada tersangka AS.
"Mobil tersebut kemudian dijual kepada pelaku lain dengan nilai transaksi Rp 35 juta, " ungkap Kombes Jauhari.
Kedua tersangka kini telah diamankan di Polres Metro Tangerang Kota. Kombes Jauhari mengapresiasi peran aktif masyarakat yang sigap melapor dan memanfaatkan teknologi GPS, yang dinilainya sangat membantu mempercepat proses pengungkapan kasus ini.
Ia menambahkan, "Kerja sama masyarakat sangat membantu proses pengungkapan kasus. Kami mengimbau warga agar selalu meningkatkan keamanan kendaraan, tidak meninggalkan kunci di tempat yang mudah dijangkau, serta memasang sistem keamanan tambahan seperti GPS."
Lebih lanjut, Jauhari mengingatkan seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk tindak kriminalitas. Ia juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui nomor 110 apabila menemukan atau menjadi korban kejahatan.

















































