DENPASAR - Melihat fenomena gerakan mahasiswa yang semakin massif didaerah dan di Ibukota, mengkhawatirkan betul jika benar-benar sesungguhnya kita sedang menuju Indonesia gelap.
Kebijakan Prabowo melalui Instruksi Presiden (Inpres) untuk efisiensi anggaran (Penghematan) menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya ialah dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa di beberapa daerah yang sdh dan akan terus melakukan aksi demontrasi menuntut 13 poin tuntutan kepada pemerintah.
Kemudian, jika dilihat perkembangan geopolitik saat ini, Presiden AS Donald Trump lagi genjot untuk menaikkan nilai mata uang Dollar. Bahkan sempat mengancam membubarkan BRICKS. Organisasi ekonomi besar dunia yang dimana Indonesia juga bergabung di dalamnya.
Organisasi ini diisukan untuk membangun blok ekonomi melawan Amerika. Naiknya nilai mata uang Dollar akan menyebabkan penurunan pada nilai mata uang rupiah. Jika tidak diatur strategi baik maka Indonesia bisa chaos akibat inflasi.
"Saya menduga presiden Prabowo mengalami panic attack akan hal itu, " opini dari I Nyoman Sukataya, SH (Man Tayax), Senin (24/02/2025).
Tapi mencoba untuk tetap tegar dan terlihat percaya diri yang kemudian berujung pada kebablasan. Secara gegabah mengeluarkan Inpres untuk efisiensi anggaran. Anggaran tersebut akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Tujuannya ialah menghadapi ekonomi global agar tidak terjadi inflasi besar-besaran di Indonesia.
Tapi negara ini adalah negara hukum. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak boleh bertentangan dengan Konstitusi negara. Efisiensi anggaran ini jelas-jelas telah mengangkangi konstitusi di beberapa sektor dan tdk dipertimbangkan secara komprehensif.
Undangan-Undang mengatur alokasi dana untuk pendidikan itu 20% anggaran pendidikan yang awalnya 722 Triliun diefisienkan oleh Prabowo melalui Instruksi Presiden (Inpres) menjadi 300-an Triliun. Itu artinya Inpres ini melanggar Konstitusi yg telah diatur.
Alih-alih efisiensi anggaran ini untuk menghalau ekonomi global agar tidak terjadi inflasi besaran-besaran malah kebijakan ini tambah membuat resah masyarakat.
"Maka jangan salahkan jika saya suatu saat akan menjitak Ndasmu wahai Pak Gemoy, " pungkasnya. (Tim)
Salam pergerakan.