KOTA BANDUNG – Komandan Rindam III/Siliwangi, Brigjen TNI Nurul Yakin, mewakili Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE., MM menghadiri Forum Kebangsaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 di Gedung M. Toha, Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).
Forum yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diselenggarakan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan kesadaran bela negara, serta meningkatkan komitmen seluruh komponen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), Letnan Jenderal TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H., M.H. Rangkaian acara dilanjutkan dengan ceramah KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, pemaparan materi mengenai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila, serta pembahasan kesadaran bela negara dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, di antaranya Danpusterad, Dankodiklat TNI AD, Pangkogabwilhan I, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Prof. Dr. Heni Nurani Hartikayanti, S.E., M.Si., Ak., CA., serta Aa Gym.
Forum tersebut juga dihadiri perwakilan sejumlah pimpinan satuan TNI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ketua MUI Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Dandim 0618/Kota Bandung, para lurah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar, dan santri.
Dalam arahannya, Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pengalaman pecahnya Yugoslavia menjadi salah satu contoh yang disampaikan untuk mengingatkan peserta bahwa perpecahan dapat mengancam keutuhan sebuah negara.
“Persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga. Perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa dan negara, ” tegas Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno.
Pangkogabwilhan I menyoroti pentingnya membangun jembatan komunikasi yang mampu menghubungkan generasi X dengan generasi milenial. Sementara itu, Dankodiklat TNI AD menekankan bahwa bela negara pada era modern juga harus diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab di ruang digital.
Aa Gym dalam ceramahnya menyampaikan bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan fisik, tetapi juga dengan menjaga akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjaga akhlak merupakan bagian penting dari bela negara. Bangsa yang kuat harus dibangun oleh masyarakat yang memiliki karakter, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama, ” tutur Aa Gym.
Danrindam III/Siliwangi, Brigjen TNI Nurul Yakin, mengatakan Kodam III/Siliwangi memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program bela negara di wilayah Jawa Barat dan Banten.
“Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan semangat bela negara di tengah masyarakat. Kodam III/Siliwangi siap bersinergi dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, dan memperkokoh ketahanan nasional, ” ujar Brigjen TNI Nurul Yakin.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai bela negara di lingkungan masing-masing, termasuk dengan menjaga persatuan, memperkuat toleransi, membangun komunikasi antargenerasi, menjaga etika di ruang digital, serta menampilkan akhlak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. (PERS)


















































