Herman Djide; Dorong Diversifikasi Penghasilan Petani, Wisata Pertanian Edukasi Petik Sayur dan Kolam Ikan Dikembangkan

1 day ago 5

PANGKEP SULSEL— Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, Herman Djide, mengajak petani untuk tidak hanya bergantung pada komoditas padi sebagai satu-satunya sumber penghasilan, namun memaksimalkan potensi lahan yang sama untuk usaha produktif lainnya.

Hal tersebut disampaikan Herman Djide saat berdiskusi bersama para petani di Sanggar Tani Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Rabu (7/1/2025), bertepatan dengan pelaksanaan meeting swasembada pangan dengan Menteri Pertanian Amran Sulaeman melalui zoom.

Menurut Herman Djide, lahan pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu, salah satunya melalui Wisata Pertanian Edukasi Petik Sayur dan Kolam Ikan, yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.

“Petani jangan hanya fokus pada padi. Dengan lahan yang sama, bisa dikembangkan sayuran, perikanan, hingga wisata edukasi yang mendatangkan penghasilan tambahan, ” ujarnya.

Sejalan dengan itu, tentu pemerintah kelurahan Sapanang bersama Dinas Pertanian akan merespon dan terus mendorong inovasi sektor pertanian dengan menghadirkan Wisata Pertanian Edukasi Petik Sayur dan Kolam Ikan sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Wisata pertanian ini bisa mengusung konsep edukasi berbasis pengalaman, di mana pengunjung dapat memetik langsung sayuran segar seperti kangkung, bayam, sawi, dan selada, serta menikmati aktivitas memberi pakan hingga memancing ikan di kolam yang telah disiapkan. Selain rekreasi, pengunjung juga mendapatkan pemahaman tentang pertanian ramah lingkungan.

Menurut Herman, program ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat bahwa pertanian tidak sebatas menanam padi, tetapi dapat dikembangkan secara kreatif dan bernilai ekonomi tinggi.

“Melalui wisata pertanian ini, petani memperoleh penghasilan tambahan dari hasil panen, tiket masuk, hingga penjualan produk olahan. Ini menjadi solusi agar petani tidak bergantung pada satu sumber pendapatan, ” jelasnya.

Herman Djide juga berharap agar Dinas Pertanian Pangkep memberikan dukungan berupa pendampingan teknis, penyediaan bibit sayuran, benih ikan, serta pelatihan pengelolaan wisata pertanian berbasis kelompok tani.

Bila hal ini terlaksana tentu terlihat meningkatnya kunjungan warga, pelajar, hingga keluarga yang menjadikan lokasi tersebut sebagai sarana rekreasi sekaligus pembelajaran. Kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru seperti kuliner lokal, penjualan hasil pertanian segar, serta produk UMKM desa.

Dengan hadirnya Wisata Pertanian Edukasi Petik Sayur dan Kolam Ikan seperti ini, tentu diharapan kita dapat menjadi model pengembangan ekonomi di kelurahan dan desa, yang dapat memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(Rustan)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |