PANGKEP - Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Cabang Kabupaten Pangkep, memiliki visi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Salah satu langkah yang ia dorong adalah menerapkan sistem One Village One Product (OVOP), di mana setiap desa berfokus menghasilkan produk unggulan tertentu. Dengan pendekatan ini, desa-desa di Pangkep dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal secara optimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Demikian diungkapkan Herman Djide saat di ajak Konsultssi tentang konsep membangun desa hebat dan maju di warkop puang bos Pangkajene Rabu malam (26/2/2025)
Konsep One Village One Product bukanlah sekadar teori, tetapi sudah terbukti berhasil di berbagai negara, termasuk Jepang dan Thailand. Di Pangkep, banyak desa yang memiliki potensi unik, seperti produksi kacang tanah, kerajinan tangan, sayur-mayur, pisang serta pengolahan hasil perikanan. Dengan strategi yang tepat, produk-produk ini bisa dikembangkan dengan nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Sebagai contoh, desa yang memiliki lahan subur bisa difokuskan pada pertanian kacang tanah dan sayur-mayur dengan menerapkan teknik pertanian modern. Sementara itu, desa-desa di wilayah pesisir dapat mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan, seperti abon ikan, kerupuk ikan, dan produk olahan, rumput laut dan lainnya. Dengan adanya diferensiasi produk antar desa, persaingan antar pelaku usaha lokal bisa diminimalisir, dan justru menciptakan rantai ekonomi yang saling mendukung.
Selain fokus pada produk unggulan desa, Herman Djide juga menekankan pentingnya pengembangan ekowisata dan wisata budaya sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa. Pangkep memiliki banyak destinasi wisata potensial yang belum sepenuhnya dikembangkan, seperti Dewi Langsam, air terjun di Tondong Tallasa, wisata pantai di Limbangan, dan taman batu di Balleangn Balocci.
Ekowisata dan wisata budaya bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Misalnya, warga bisa menyediakan penginapan berbasis homestay, membuka usaha kuliner khas daerah, serta menjual kerajinan tangan sebagai oleh-oleh wisatawan. Dengan perencanaan yang matang, sektor pariwisata bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa tanpa merusak lingkungan dan budaya setempat.
Selain pengembangan ekonomi berbasis produk unggulan dan pariwisata, Pimpinan Redaksi Media Indonesia Satu—yang dijuluki sebagai "Media Seribu Portal" juga mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan dalam pemberdayaan UMKM. Salah satu upaya dengan pemberian pinjaman lunak bagi pelaku UMKM, agar mereka dapat mengembangkan usahanya tanpa terbebani bunga yang tinggi.
Pinjaman lunak ini sangat penting bagi UMKM di desa, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sering kesulitan mendapatkan modal dari perbankan konvensional. Dengan adanya akses modal yang lebih mudah, mereka bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga sekitar.
Namun, untuk memastikan efektivitas program ini, Herman Djide menekankan bahwa pinjaman lunak harus dibarengi dengan pendampingan dan pelatihan bisnis. Pelaku UMKM perlu diberikan pemahaman tentang manajemen keuangan, pemasaran digital, serta strategi bisnis yang berkelanjutan. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengelola usaha secara profesional.
Selain itu, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa, sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat sangatlah penting. Sebagai ketua DPD Jurnalis Nasional Indonesia ( JNI ) Cabang Kabupaten Pangkep, Herman Djide ingatkan teman teman anggota JN* Pangkep untuk mempublikasikan potensi lokal Pangkep ke tingkat yang lebih luas. Dengan dukungan media, produk-produk unggulan desa dan destinasi wisata Pangkep bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Untuk mewujudkan semua ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat dan JNI harus diperkuat. Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur yang mendukung, seperti akses jalan yang baik menuju lokasi wisata, jaringan internet yang stabil, serta fasilitas umum yang memadai. Sementara itu, masyarakat harus diberikan edukasi dan dorongan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan ekonomi desa mereka sendiri.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, Pangkep dapat menjadi daerah yang maju dengan ekonomi desa yang mandiri. Produk unggulan berbasis OVOP bisa menjadi daya saing di pasar global, ekowisata bisa menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan lokal, serta UMKM bisa tumbuh dengan akses modal yang lebih baik.
Herman Djide telah menunjukkan komitmennya dalam membangun Pangkep melalui berbagai inisiatif yang ia dorong. Jika konsep ini diterapkan secara berkelanjutan, maka bukan hal yang mustahil jika Pangkep bisa menjadi contoh sukses dalam pembangunan desa berbasis ekonomi lokal dan teknologi. Dengan kerja sama dan semangat gotong royong, desa-desa di Pangkep bisa menjadi pusat ekonomi yang berkembang pesat dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. (Hik )