JAMBI – Upaya melestarikan budaya lokal berbuah manis. Gerakan Jambi Berpantun yang digagas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE, sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Gerakan ini berhasil menghimpun lebih dari 104 ribu pantun dari puluhan ribu masyarakat di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Capaian membanggakan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat masyarakat Jambi dalam menjaga identitas budaya Melayu masih sangat kuat.
Pantun yang selama ini dikenal sebagai sastra lisan tradisional, kini kembali hidup sebagai simbol persatuan, kreativitas, dan karakter bangsa.
Gerakan Jambi Berpantun secara resmi dicanangkan oleh Hj. Hesnidar Haris di Taman Mini Melayu Jambi (Eks MTQ) sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun kebudayaan yang berkelanjutan.
Pada momentum tersebut, Hj. Hesnidar Haris juga menyerahkan draf buku kumpulan Pantun Melayu Jambi kepada Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. Buku itu memuat lebih dari 126 ribu pantun hasil karya masyarakat dari berbagai daerah di Jambi.
Dalam sambutannya, Hj. Hesnidar Haris menegaskan bahwa Gerakan Jambi Berpantun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan budaya untuk menjaga pantun tetap hidup di tengah masyarakat modern.
“Pantun bukan hanya karya sastra, tetapi juga media pendidikan karakter, perekat sosial, dan cermin nilai-nilai budaya Melayu Jambi, ” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Pantun Melayu Jambi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2015. Bahkan pada 2020, pantun Indonesia memperoleh pengakuan dunia dari UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage.
Pengakuan ini semakin menegaskan pentingnya peran daerah dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya tersebut.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan Rekor MURI kepada Gerakan Jambi Berpantun, atas keberhasilan menghimpun puluhan ribu pantun dari ribuan partisipan.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat Jambi dalam upaya pelestarian budaya daerah.
Gerakan yang dipelopori Hj. Hesnidar Haris ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi dan berbagai pemangku kepentingan. Rekor MURI menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga jati diri budaya Melayu.
Melalui Gerakan Jambi Berpantun, Pemerintah Provinsi Jambi berharap pantun tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hadir dalam kehidupan generasi kini dan mendatang—sebagai fondasi budaya yang hidup, kuat, dan berkelanjutan.(son)













































