PURWOREJO - Pembangunan jalan rabat beton melalui program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, rampung 100 persen. Jalan sepanjang 1.392 meter itu kini siap dimanfaatkan warga sebagai akses penghubung menuju Desa Dempel, Kabupaten Wonosobo, Rabu (12/8/2026).
Jalan yang memiliki lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-129. Penyelesaian pembangunan ini disambut positif masyarakat karena akses yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih nyaman untuk menunjang aktivitas warga.
Keberadaan jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas pendidikan serta mendukung kegiatan ekonomi warga di wilayah perbatasan Purworejo-Wonosobo.

Pasi Ter Kodim 0708/Purworejo Kapten Inf Afik Sutanto mengatakan, rampungnya pembangunan jalan merupakan hasil kerja bersama antara personel Satgas TMMD dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 1.392 meter sudah selesai 100 persen. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota Satgas bersama masyarakat yang selama pelaksanaan TMMD terus bergotong royong, ” ujar Afik.
Menurut Afik, selesainya pembangunan bukan berarti tanggung jawab terhadap jalan tersebut berhenti. Masyarakat diharapkan ikut menjaga kondisi jalan agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap jalan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang, ” katanya.
Pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu hasil utama TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selain membuka akses yang lebih baik, jalan baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar aktivitas perekonomian warga.
Bagi masyarakat Watuduwur, rampungnya jalan rabat beton bukan sekadar selesainya proyek pembangunan. Jalan tersebut menjadi akses baru yang diharapkan mampu memangkas hambatan perjalanan sekaligus mempermudah warga membawa hasil pertanian dan menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Semangat gotong royong yang terbangun selama pengerjaan juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program tersebut. Satgas TMMD dan warga bekerja bersama dari proses pembangunan hingga penyelesaian sasaran fisik.
Kini, setelah jalan selesai 100 persen, tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut tetap terawat. Dengan kepedulian bersama, jalan hasil TMMD diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Watuduwur dan warga di sekitarnya.
(Agung)











































