Jelang Hari Anak Nasional, Bapas Nusakambangan Perkuat Pembimbingan dan Peran Keluarga Klien Anak

1 month ago 25

Cilacap – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan melalui Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak (BKA), Anwar Munas Nugroho, bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK) di Griya Abhipraya melaksanakan kegiatan pembimbingan terhadap klien anak sebagai bagian dari upaya penguatan kepribadian, peningkatan peran keluarga, serta persiapan menyambut Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026.

Kegiatan diawali dengan evaluasi pelaksanaan pembimbingan yang melibatkan orang tua atau wali klien anak. Melalui diskusi bersama, petugas mengevaluasi perkembangan setiap klien, mulai dari kepatuhan mengikuti program pembimbingan, perubahan sikap dan perilaku, kedisiplinan, kemampuan mengendalikan emosi, hingga komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa klien anak mengalami perkembangan yang positif, meskipun masih memerlukan pendampingan secara berkelanjutan agar perubahan tersebut dapat terus terjaga.

Selanjutnya, para klien mengikuti kegiatan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) yang bertujuan membangun kecerdasan emosional dan spiritual. Materi yang diberikan menekankan pentingnya mengenali potensi diri, mengendalikan emosi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, menghormati orang tua, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta menyusun harapan dan tujuan hidup yang lebih baik. Kegiatan berlangsung interaktif sehingga mendorong klien anak untuk lebih terbuka dalam menyampaikan pengalaman dan refleksi diri.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema "Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat", petugas juga memberikan motivasi kepada para klien agar berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan peringatan. Klien didorong untuk tampil percaya diri, menjaga sikap dan perilaku, serta menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk menunjukkan perubahan positif sekaligus memperkuat semangat dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Kasubsi Bimbingan Klien Anak menyampaikan bahwa pembimbingan tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap program, tetapi juga membangun karakter dan memperkuat dukungan keluarga. "Keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam proses perubahan anak. Melalui pembimbingan ini, kami ingin membangun kembali komunikasi, kepercayaan, dan dukungan antara anak dengan orang tua agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan secara optimal. Kami berharap setiap anak mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memperbaiki diri dan menata masa depannya, " ujar Anwar.

Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan prosesi basuh kaki orang tua yang diikuti oleh masing-masing klien anak bersama orang tua atau walinya. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan, bakti, dan ungkapan rasa syukur atas kasih sayang serta pengorbanan orang tua. Dengan penuh haru, para klien anak menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan, sementara orang tua memberikan maaf, doa, dan dukungan agar anak mampu bangkit, memperbaiki diri, serta tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kasih sayang keluarga merupakan fondasi utama dalam proses pembimbingan dan reintegrasi sosial klien anak.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |