Jembatan Gantung Mulai Terbentang, Akses Warga Tumapel - Kedunguneng Segera Terhubung

3 hours ago 2

Mojokerto, - Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI di wilayah Kodim 0815/Mojokerto terus dikebut. Berlokasi di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pengerjaan jembatan saat ini memasuki tahap pemasangan dan penataan sling baja sebagai bagian penting dari konstruksi jembatan gantung.

Perkembangan pekerjaan hingga Selasa (11/08/2026), progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 70 persen. Sejumlah pekerjaan utama telah rampung, di antaranya galian dan urugan tanah, pondasi footplat beton K-350, pondasi cyclop batu kali, beton block dan block kait angin, pemasangan angkur, serta pembangunan tiang pylon siku dengan panjang 4, 5 meter.

Pada bagian konstruksi baja, pemasangan sling baja utama berdiameter 1, 5 inci dan sling bawah berdiameter 1 inci telah mencapai 100 persen. Sementara pemasangan sling baja kait angin berdiameter 1/2 inci saat ini terus dikerjakan dan telah mencapai 50 persen. Di lokasi, personel TNI bersama teknisi dan masyarakat tampak bergotong royong menarik, memasang, serta menata sling baja yang menjadi bagian vital dalam menopang konstruksi jembatan.

Selain pengerjaan sling, pembangunan lantai jembatan juga terus dilanjutkan dengan capaian sekitar 60 persen. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan kerja.

Jembatan yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 1, 2 meter tersebut dibangun melintasi Sungai Kali Gede dengan lebar sungai sekitar 20 meter. Kehadirannya diharapkan mampu membuka akses penghubung antara Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu dengan Dusun Sukosari, Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal.

Pasiter Kodim 0815/Mojokerto menyampaikan bahwa pembangunan terus dikebut dengan melibatkan personel TNI, teknisi dan masyarakat. “Saat ini pekerjaan terus diarahkan pada penyelesaian konstruksi utama, termasuk pemasangan dan penataan sling baja serta pengerjaan lantai jembatan. Gotong royong antara personel di lapangan dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan, ” ujarnya.

Ia menambahkan, jembatan tersebut memiliki manfaat strategis bagi masyarakat sekitar karena menjadi akses yang lebih dekat bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi para pekerja pertanian dari Dusun Sukosari yang beraktivitas di lahan pertanian wilayah Desa Tumapel.

Hal senada disampaikan, Kiptiah (55), warga Dusun Dempel, Desa Tumapel. Ia mengaku sangat senang dengan dibangunnya Jembatan Gantung Perintis Garuda tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat yang hendak beraktivitas menuju wilayah seberang harus menempuh perjalanan memutar dengan jarak yang lebih jauh.

"Saya sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan ini. Nanti masyarakat lebih mudah untuk beraktivitas karena tidak perlu lagi memutar jauh. Apalagi jembatan ini menghubungkan Dusun Dempel dengan wilayah Dusun Sukosari", ungkap Kiptiah.

Dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga, keberadaan jembatan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas perekonomian dan pertanian masyarakat di kedua wilayah.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |