Pasangkayu, — Jembatan Beton Perintis Merah Putih di Dusun Nakula, Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, resmi digunakan masyarakat. Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, S.I.P., M.M., Jumat (21/8/2026).
Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Martasari, khususnya 35 kepala keluarga atau sekitar 120 jiwa yang selama ini memanfaatkan akses tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Jembatan yang dibangun dalam rangka mendukung kelancaran konektivitas masyarakat itu kini menjadi penghubung utama menuju sekolah, lahan pertanian, serta permukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 142/Tatag didampingi Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Arh Imam Hanafi, Asisten II Kabupaten Pasangkayu yang mewakili Bupati Pasangkayu, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, para pelajar, dan masyarakat Desa Martasari.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Hartono menyampaikan bahwa pembangunan dan peresmian Jembatan Beton Perintis Merah Putih merupakan bagian dari program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai upaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Jembatan ini bukan hanya sebagai sarana penghubung, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan mobilitas dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, " ujar Danrem.
Danrem menjelaskan, di wilayah Korem 142/Tatag telah terealisasi pembangunan sebanyak 53 titik jembatan, yang terdiri dari 32 jembatan gantung, 15 jembatan Aramco, dan 6 jembatan beton. Saat ini pembangunan telah memasuki tahap VI. Dari total 53 titik tersebut, sebanyak 40 titik telah selesai 100 persen, sementara 13 titik masih dalam proses pengerjaan.
"Ditargetkan seluruh pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan pada akhir Agustus 2026, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, " jelasnya.
Khusus Jembatan Beton Perintis Merah Putih di Desa Martasari, jembatan memiliki panjang 12 meter, lebar 6 meter, dan kedalaman 3 meter. Pembangunan dilaksanakan mulai 24 Juni hingga 16 Agustus 2026 dengan waktu pengerjaan selama 53 hari.
Kehadiran jembatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, jembatan juga memperlancar mobilitas warga menuju lahan pertanian serta mendukung aktivitas pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Jembatan Perintis Merah Putih kini menjadi salah satu nadi kehidupan masyarakat Martasari, karena memberikan akses yang lebih aman bagi pejalan kaki, anak sekolah, hingga kendaraan yang membawa berbagai kebutuhan dan hasil pertanian.
Dengan adanya akses yang semakin baik, masyarakat juga diharapkan semakin bersemangat mengembangkan potensi wilayah, termasuk berinvestasi dalam pengelolaan lahan dan menanam berbagai komoditas jangka panjang yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Danrem 142/Tatag mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun tersebut.
"Jaga dan rawat jembatan ini bersama-sama. Gunakan dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat dan generasi yang akan datang, " pesan Danrem.
Peresmian Jembatan Perintis Merah Putih ini menjadi bukti nyata sinergi dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Desa Martasari dan sekitarnya.






































