Kadis PUPRD Morowali Ungkap Rencana Besar Pembangunan Infrastruktur: Terobosan Akses hingga Sentuhan "Kota Ala Jawa" di Bungku

1 day ago 3

MOROWALI, Sulawesi Tengah – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Kabupaten Morowali, Alkaf, ST, mengungkapkan rencana besar pembangunan infrastruktur di wilayahnya, yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027. Pernyataan ini disampaikan Alkaf kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (7/1/2026), dua hari setelah dilantik sebagai Kadis definitif pada Senin (5/1/2026).
 
Alkaf, yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Kadis PUPR Morowali, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan berpedoman pada RPJMD dan visi misi Bupati, khususnya misi ketiga yaitu membangun sarana dan prasarana inklusif. "Kami akan membangun sarana prasarana daratan dan kepulauan dengan pemerataan yang berkeadilan. Berkeadilan bukan berarti sama rata, tetapi memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah, " ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa daerah Morowali, baik di wilayah pulau maupun daratan, masih banyak terkendala akses jalan maupun yang terputus. Untuk mengatasinya, pihaknya akan mengintegrasikan pembangunan jalan dengan dermaga dan bersinergi dengan dinas perhubungan. Selain itu, Kota Bungku akan dikembangkan sebagai ikon ibu kota yang lebih tertata.

"Untuk tahun ini, pembangunan ruang terbuka hijau sudah memiliki lokasi di sekitar jembatan Tole penghubung Lamberea-Marsaoleh di Bungku dan sekitar Masjid Agung yang Insya Allah akan terlaksana. Sedangkan untuk tahun 2027, ada rencana pelebaran jalur dua dari Tugu Bahomohoni hingga Naka yang akan diperlebar dengan mengadopsi konsep kota-kota di Jawa, menyediakan ruang untuk kendaraan, olahraga, dan pejalan kaki, " ujarnya.
 
Meskipun perencanaan beberapa program tersebut merupakan kewenangan provinsi atau balai, Kadis PUPRD menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk mulusnya perencanaan pembangunan tersebut dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
 
Selain itu, Alkaf juga menyampaikan tentang kelanjutan pengaspalan jalan yang belum tuntas di beberapa kecamatan dan desa, seperti Jalan kampus II Untad dan Trans Lanona dengan panjang sekitar 200-300 meter yang kondisinya sangat nanggung.
 
"Untuk tahun 2026, perlu ditetapkan jalan-jalan prioritas seperti Jalan Kampus dan bagian Trans Lanona yang juga kondisi nanggung. Selain itu, kami juga akan menangani berbagai masalah infrastruktur lainnya seperti seringnya terjadi genangan air di bundaran yang selalu terjadi saat musim hujan akibat tidak adanya sistem pembuangan dan saluran air yang memadai, " ucap Alkaf yang dikenal memiliki jiwa low profil itu.
 
Menurutnya, meskipun beberapa masalah berada di luar kewenangan dinas, pihaknya tidak akan menunggu perhatian dari instansi yang berwenang karena yang merasakan dampaknya adalah masyarakat. "Kita siap mengambil inisiatif, bahkan jika perlu mengeluarkan biaya sendiri, karena yang penting adalah manfaat yang diterima oleh rakyat, " pungkas Alkaf mantap.

Dengan dilantiknya Alkaf sebagai Kadis PUPR definitif, diharapkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Morowali dapat berjalan lebih cepat dan terarah, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |