Kapolres Morowali Buka Ruang Selebar-lebarnya untuk Wartawan, Ada Pesan Penting di Baliknya

3 hours ago 2

MOROWALI, Sulawesi Tengah— Sebuah komunikasi yang baik tidak selalu harus dimulai dari meja formal. Kadang, cukup dengan duduk bersama, saling mendengar, dan membuka ruang untuk berbicara apa adanya. Pesan itulah yang terlihat dalam pertemuan Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini SIK bersama sejumlah wartawan di Kabupaten Morowali.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang aula Polres Morowali, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi AKBP Reza Khomeini untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan insan pers, setelah kurang lebih satu bulan menjalankan tugas sebagai Kapolres Morowali.

Dalam pertemuan itu, Kapolres didampingi Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa serta Kasi Humas Polres Morowali Aipda Sasri.

AKBP Reza Khomeini bukan sosok baru di wilayah Morowali. Sebelum dipercaya memimpin Polres Morowali, ia sebelumnya juga pernah bertugas di Polres Morowali pada saat itu masih perwira pertama dengan pangkat AKP menjabat sebagai Kasat Lantas.

Setelah pindah tugas diberbagai wilayah di Sumatera, kemudian kembali sebagai Kapolres Morowali Utara hingga kembali ke Bumi Tepe asa Moroso menjabat Kapolres Morowali. Kini, setelah menjabat Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini memilih membangun komunikasi interaktif dengan media sebagai salah satu langkah awal memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat.

Di hadapan wartawan, Reza mengawali pertemuan dengan menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini telah bekerja secara profesional dalam meliput berbagai kegiatan kepolisian.

Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Lebih dari itu, ia ingin mengenal para wartawan secara lebih dekat dan membangun hubungan yang tidak hanya terbatas pada urusan pekerjaan.

“Kurang lebih satu bulan saya di sini. Saya ingin mengenal kita antara kita secara personal, sehingga komunikasi dan hubungan kita ke depan bisa lebih baik lagi, ” ujarnya.

Menurut Reza, hubungan antara polisi dan media memiliki posisi yang sangat penting. Media menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan informasi dari masyarakat kepada kepolisian, sekaligus menyampaikan berbagai informasi mengenai kinerja kepolisian kepada publik.

Karena itu, ia menegaskan bahwa Polres Morowali ingin membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan seluruh insan pers.

“Kami ingin lebih terbuka, kami ingin lebih aktif, dan kami tidak anti kritik, ” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Kapolres dalam pertemuan itu. Baginya, kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja anggota di lapangan.

Reza bahkan mempersilakan wartawan untuk datang ke Polres Morowali apabila membutuhkan informasi. Wartawan dapat berkomunikasi dengan Seksi Humas maupun personel terkait, bahkan berkomunikasi langsung dengan-nya sesuai dengan informasi yang hendak dikonfirmasi.

Ia berharap tidak ada lagi sekat komunikasi antara wartawan dengan kepolisian, terutama ketika media membutuhkan penjelasan mengenai suatu peristiwa.

“Kalau ada kegiatan kami di lapangan yang tidak maksimal, berlebihan atau ada yang perlu dikritisi, kami mohon disampaikan kepada kami, ” katanya.

Reza menyadari bahwa keterbukaan komunikasi menjadi sangat penting dalam dunia pemberitaan. Ketika wartawan mendapatkan informasi yang jelas dari sumber yang berwenang, maka masyarakat juga akan memperoleh informasi yang lebih akurat.

Sebaliknya, ketika komunikasi tidak berjalan, ruang informasi dapat diisi oleh berbagai sumber lain yang belum tentu memiliki informasi secara utuh.

“Media menanya tidak dijawab, media menanya tidak dikasih, kemudian muncul berita dari mana. Akhirnya pasti akan diberitakan, ” ujarnya.

Karena itu, Reza mengaku sejak menjabat sebagai Kapolres Morowali dirinya berupaya merespons setiap pertanyaan yang disampaikan wartawan.

Jika persoalan yang ditanyakan berada di luar kewenangannya atau membutuhkan penjelasan teknis, ia akan mengarahkan wartawan kepada pejabat atau satuan yang memiliki kompetensi untuk memberikan jawaban.

“Seandainya saya tidak bisa menjawab, saya pasti akan mengarahkan ke Kasat ini, ke Kasat itu. Biasa seperti itu, ” jelasnya.

Pesan keterbukaan itu semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi. Reza menilai pola penyebaran informasi saat ini telah berubah sangat cepat. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi melalui media sosial.

Sebuah kejadian di lapangan dapat direkam melalui telepon genggam, kemudian tersebar luas dalam hitungan menit.

Di tengah situasi tersebut, menurut Reza, wartawan memiliki peran penting untuk melakukan verifikasi, klarifikasi, serta menghadirkan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Ia juga membuka peluang bagi wartawan untuk ikut turun bersama dalam kegiatan-kegiatan kepolisian tertentu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dengan melihat langsung kegiatan di lapangan, wartawan diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai apa yang dilakukan kepolisian sekaligus menyampaikan informasi tersebut secara objektif kepada masyarakat.

“Kita ingin memberikan efek positif kepada masyarakat, ” ujarnya.

Namun demikian, Reza menegaskan bahwa kemitraan dengan media tidak berarti Polres Morowali hanya mengharapkan pemberitaan positif.

Menurutnya, ketika polisi melakukan sesuatu yang baik, masyarakat tentu memberikan apresiasi. Namun ketika ada kekurangan atau kesalahan, kritik juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tugas kepolisian.

Justru, kata dia, pemberitaan yang kritis dan objektif dapat menjadi bahan evaluasi agar institusi kepolisian semakin baik.

Pertemuan itu pun menjadi gambaran bahwa Kapolres Morowali ingin membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dengan media. Bukan sekadar hubungan antara aparat dan wartawan, tetapi kemitraan yang berangkat dari komunikasi, keterbukaan, kritik, dan kepentingan masyarakat.

Di penghujung pertemuan, Reza kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menutup diri terhadap kritik maupun konfirmasi dari media.

“Kalau ada sesuatu, silakan dikonfirmasi. Saya akan berupaya mencari informasi dan menelusuri persoalannya, ” pungkasnya.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |